EKONOMI
Beranda / EKONOMI / DIGDAYA 2026, BI Balikpapan Akselerasikan UMKM Naik Kelas

DIGDAYA 2026, BI Balikpapan Akselerasikan UMKM Naik Kelas

Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Bank Indonesia Balikpapan kembali memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini melalui Program Onboarding Digitalisasi Peningkatan Daya Saing atau DIGDAYA 2026.

Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan UMKM saat ini menghadapi tantangan besar dalam proses transformasi digital.

“Mulai dari terbatasnya kemampuan pemasaran online hingga pemanfaatan teknologi AI yang umumnya belum dipahami pelaku UMKM,” katanya, Kamis (28/5/2026).

Menurut Robi, persaingan pada platform digital juga semakin ketat, termasuk perubahan algoritma marketplace dan rencana kenaikan platform fee. Kondisi tersebut berpotensi menekan margin usaha UMKM.

Karena itu, penguatan kapasitas digital cukup penting agar UMKM mampu beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan.

31 Tahun Telkomsel, Perkuat Layanan Digital dan AI untuk Pelanggan

Program DIGDAYA 2026 resmi berlangsung sejak 20 Mei 2026 melalui workshop offline selama tiga hari di Kantor Perwakilan BI Balikpapan.

Program tersebut tidak hanya sebagai pelatihan singkat, tetapi merupakan pembinaan berkelanjutan. Tujuannya untuk membantu UMKM memanfaatkan platform digital dalam pemasaran.

Termasuk pembayaran digital, penguatan branding, hingga perluasan pasar,” jelasnya.

Pelaksanaan program melalui proses seleksi dan kurasi peserta bekerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah daerah, korporasi pembina UMKM, dan perbankan.

Puluhan UMKM Terpilih Menjadi Peserta

Sebanyak 160 UMKM mengikuti tahap seleksi awal dan akhirnya terpilih 44 UMKM. Pelaku UMKM yang terpilih karena memiliki potensi berkembang dan kesiapan usaha untuk mengikuti program tersebut.

Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Salurkan 213 Hewan Kurban

“Peserta berasal dari berbagai sektor usaha seperti makanan dan minuman olahan, fesyen, hingga produk kerajinan,” terangnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait optimalisasi media sosial, pengelolaan toko online, dan strategi penjualan marketplace. Ada juga pelatihan live selling, pemanfaatan AI, legalitas usaha, hingga optimalisasi website bisnis.

Selain itu, peserta juga mengikuti edukasi literasi keuangan dan mengikuti praktik langsung serta presentasi scale up project untuk meningkatkan pemahaman secara aplikatif.

Sebagai tindak lanjut, BI Balikpapan akan melaksanakan pendampingan intensif melalui online meeting dan one-on-one coaching session pada Mei hingga Juni 2026.

Kemudian pada Juli hingga Oktober 2026, monitoring berkala melalui monthly meeting guna mengevaluasi implementasi digitalisasi UMKM peserta.

PLN UID Kaltimra Siagakan 1.210 Petugas, Amankan Listrik Iduladha

Melalui program tersebut, BI Balikpapan menargetkan peningkatan literasi digital, terbentuknya toko online aktif, peningkatan penggunaan QRIS, penguatan branding produk, hingga peningkatan transaksi penjualan UMKM melalui kanal digital.

“Tentunya kami juga mengharapkan program ini mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui UMKM yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tutup Robi. (bro2)