BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Saat kebutuhan hidup terus meningkat, tidak semua orang mampu menghadapi tekanan ekonomi dengan cara yang benar. Dalam sejumlah kasus, kondisi tersebut justru menjadi salah satu pemicu munculnya aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Fenomena itu menjadi perhatian serius Polda Kaltim. Kepolisian melihat adanya hubungan yang cukup kuat antara tekanan ekonomi dan masih maraknya aksi street crime atau kejahatan jalanan.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, mengatakan dinamika sosial dan kesulitan ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya tindak kriminal.
Menurutnya, ketika kebutuhan hidup meningkat sementara kondisi keuangan tidak mencukupi, sebagian orang memilih jalan pintas yang melanggar hukum.
“Ketika kebutuhan meningkat, sementara kondisi keuangan tidak mencukupi, ada yang akhirnya memilih melakukan tindak kejahatan. Kondisi tersebut kini menjadi faktor krusial dalam peta kriminalitas kita,” ujar Endar, Kamis (4/6/2026).
Namun, faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab. Endar menilai kelengahan masyarakat dalam menjaga barang berharga juga sering membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
Dalam banyak kasus, tindak kriminal terjadi karena adanya pertemuan antara niat pelaku dan kesempatan yang tersedia.
Ia menyebut tidak sedikit pelaku yang awalnya tidak memiliki target tertentu, tetapi kemudian tergoda melakukan aksi kejahatan setelah melihat kelalaian warga.
“Kadang-kadang seseorang sudah memiliki niat. Ketika melihat sepeda motor terparkir dengan kunci masih menempel, akhirnya ada kesempatan dan terjadilah pencurian kendaraan bermotor,” sebut Endar.
Residivis Jadi Perhatian
Kapolda juga menyoroti masih aktifnya para residivis atau pelaku kambuhan yang kembali melakukan tindak pidana setelah menjalani hukuman.
Menurutnya, kelompok ini memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap pola kejahatan sehingga cenderung lebih cepat dan terampil dalam menentukan sasaran.
Dengan pengalaman tersebut, para residivis mampu memanfaatkan berbagai celah yang ada untuk melancarkan aksinya dengan risiko yang lebih kecil.
Menghadapi kondisi tersebut, Polda Kaltim mengintensifkan berbagai langkah pencegahan melalui patroli dan pengawasan pada sejumlah titik rawan kriminalitas. Bahkan menerjunkan tim khusus untuk memperkuat pengamanan. Tidak hanya pada jalan-jalan utama, tetapi juga kawasan permukiman, gang-gang kecil, serta lokasi yang berpotensi menjadi sasaran pelaku kejahatan.
Meski demikian, Endar menegaskan keberhasilan pencegahan kriminalitas tidak dapat mengandalkan aparat penegak hukum semata. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menutup ruang gerak pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila melihat potensi tindak kejahatan atau orang yang mencurigakan. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mencegah terjadinya tindak pidana sebelum terjadi,” pungkasnya.
Polda Kaltim berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat untuk menekan kejahatan jalanan. Selain juga untuk memberikan rasa aman bagi warga. (bro2)

