BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Harapan baru mulai terlihat dari sektor ganda putri Indonesia. Meski belum berhasil meraih gelar juara, penampilan para srikandi bulu tangkis Merah Putih pada ajang Polytron Indonesia Open 2026 menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
Dari lima pasangan yang tampil pada turnamen level Super 1000 tersebut, pasangan muda Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menjadi wakil dengan pencapaian terbaik. Pasalnya, berhasil melaju hingga babak semifinal. Meski perjalanan Rachel/Febi akhirnya terhenti setelah menghadapi pasangan nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
“Rachel/Febi sebetulnya punya peluang, mereka sudah berusaha untuk menguasai permainan. Namun ada beberapa hal yang membuat mereka ragu-ragu,” kata Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI, Karel Mainaky, Minggu (7/6/2026).
Meski gagal melangkah ke partai puncak, Karel menilai hasil tersebut tetap layak mendapatkan apresiasi.. Pasalnya, Rachel dan Febi baru berpasangan sekitar sembilan bulan, namun sudah mampu bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik dunia.
Menurutnya, pengalaman menghadapi pemain elite dunia akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kematangan permainan keduanya.
“Namun permainan Rachel/Febi masih harus lebih matang lagi, mereka harus lebih sering menghadapi pemain-pemain top dunia,” ujarnya.
Tiga Pasangan Tunjukkan Perkembangan
Selain Rachel/Febi, dua pasangan Indonesia lainnya juga berhasil menembus babak perempat final.
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi harus mengakui keunggulan pasangan Jepang sekaligus unggulan kelima, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
Sementara itu, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari atau Ana/Trias harus menghentikan langkah setelah menghadapi rekan senegaranya sendiri, Rachel/Febi.
Adapun pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine belum mampu melangkah lebih jauh karena terhenti pada babak pertama.
Kendati demikian, Karel melihat perkembangan positif yang cukup signifikan dari para pemain ganda putri Indonesia, terutama dari sisi mental bertanding.
“Saya melihat memang ada progres dari anak-anak, sedikit demi sedikit. Penampilan mereka memang cukup baik pada turnamen ini. Mereka terlihat lebih yakin, biasanya memandang lawan itu terlalu hebat. Memang saya lagi berusaha agar mereka tidak memandang lawan itu siapa, sebelum kita kalah ya kita tarung dulu,” ujar Karel.
Fokus Latihan dan Mental Bertanding
Menurut Karel, peningkatan performa tersebut tidak lepas dari persiapan secara lebih intens menjelang Indonesia Open 2026. Ia bahkan memilih tetap fokus mendampingi latihan saat pelatnas dan tidak mengikuti rangkaian turnamen sebelumnya di Thailand, Malaysia, dan Singapura.
“Persiapan ke turnamen ini memang lebih intens, saya sampai tidak berangkat ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Selain latihan, saya juga bentuk pola pikir mereka,” ujarnya.
Program latihan juga tersusun secara khusus sesuai kebutuhan masing-masing pasangan.
“Tiga pasangan ini memang programnya berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain program latihan umum, ada latihan tambahan terpisah. Misalnya Rachel/Febi yang paling muda, saya kasih latihan pagi, lanjut ke Fadia/Tiwi dan Ana/Trias paling siang karena pada poin akhir masih sering menurun, jadi saya kasih tambahan untuk sesi terakhir saat mereka capek,” beber Karel.
Melihat tren positif yang mulai terbentuk, Karel berharap para pemain mampu menjaga konsistensi performa pada turnamen berikutnya.
Salah satu target adalah menghadirkan partai final sesama wakil Indonesia pada Australia Open 2026, sekaligus melanjutkan momentum kebangkitan sektor ganda putri pada level internasional. (bro2)

