BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya mempercepat penyediaan air bersih bagi masyarakat Pulau Maratua. Salah satu langkahnya adalah memindahkan instalasi pengolahan air bersih yang sudah ada ke lokasi yang lebih strategis sekitar embung.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan langkah tersebut berpotensi menghemat anggaran daerah hingga Rp10 miliar ketimbang harus membeli instalasi baru.
Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau sejumlah fasilitas, termasuk embung yang menjadi salah satu sumber air baku bagi masyarakat setempat.
“Tadi ada beberapa hal yang menjadi kesimpulan bahwa kita bisa menghemat Rp10 miliar dengan memindahkan alat mesin pengolah air bersih yang lama ke tempat dekat embung,” kata Sri Juniarsih, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, lahan untuk relokasi instalasi pengolahan air bersih sudah tersedia. Lokasi tersebut berada pada area kosong yang berdekatan dengan embung.
Pemkab Berau menargetkan proses persiapan lahan dapat berjalan dalam perubahan anggaran tahun ini.
“Lahan sudah ada. Mudah-mudahan dalam waktu dua bulan melalui anggaran perubahan kita bisa mempersiapkan lokasi untuk memindahkan alat pengolah air bersih tersebut,” ujarnya.
Target Pindah Instalasi pada 2027
Sri Juniarsih menjelaskan tahapan awal adalah pembangunan fondasi dan sarana pendukung untuk lokasi baru. Setelah proses persiapan selesai, pemerintah daerah akan melanjutkan pemindahan instalasi pengolahan air bersih yang saat ini masih layak fungsi.
“Setelah persiapan selesai, selanjutnya pada tahun 2027 kita progres untuk memindahkan alat yang ada,” jelasnya.
Ia menilai pemanfaatan instalasi yang sudah tersedia merupakan langkah efisien untuk mempercepat pelayanan air bersih sekaligus menghemat anggaran daerah.
Sri Juniarsih menegaskan penyediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera ditangani pemerintah daerah. Meski demikian, ia mengakui kapasitas layanan nantinya belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Maratua.
“Air bersih termasuk kebutuhan masyarakat yang harus kami selesaikan,” tegasnya.
Terkait opsi pembangunan fasilitas desalinasi air laut, Sri Juniarsih menyebut masih memerlukan kajian lebih lanjut karena membutuhkan biaya investasi yang cukup besar.
“Untuk desalinasi masih perlu pertimbangan-pertimbangan karena biayanya juga tidak murah,” katanya.
Melalui pemindahan instalasi pengolahan air bersih yang ada saat ini, Pemerintah Kabupaten Berau berharap distribusi air bersih kepada masyarakat Maratua meningkat sembari menyiapkan solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih wilayah kepulauan tersebut. (bro2)


