KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Kaltim Siaga Tsunami Akibat Gempa 7,7 Magnitudo Sulawesi Utara

Kaltim Siaga Tsunami Akibat Gempa 7,7 Magnitudo Sulawesi Utara

Pusdalops PB Kaltim mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa M 7,7 di Sulawesi Utara. Sejumlah wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan. (Ilustrasi/OpenAI)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalimantan Timur mengeluarkan siaran kesiapsiagaan tsunami. Pasalnya, gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah perairan Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB atau 07.37 Wita. Pusat gempa berada pada koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur.

Lokasi gempa berada sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 105 kilometer.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur berstatus waspada tsunami.

Adapun estimasi waktu tiba gelombang tsunami wilayah terdampak yakni Kabupaten Kutai Timur pada pukul 08.44 Wita, Kabupaten Bulungan pukul 09.05 Wita, dan Kabupaten Nunukan pukul 09.14 Wita.

Gempa M 7,7 Filipina Terasa di Kaltim, BMKG: Thrust Fault

Menindaklanjuti informasi tersebut, Pusdalops PB Kaltim meminta seluruh unsur penanggulangan bencana segera meningkatkan kesiapsiagaan.

“Seluruh petugas BPBD provinsi dan kabupaten/kota, Pusdalops PB, TNI, Polri, Basarnas, KSOP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, relawan kebencanaan, serta instansi terkait agar segera melaksanakan langkah-langkah kesiapsiagaan,” demikian isi siaran resmi Pusdalops PB Kaltim.

Posko Siaga Aktif

Pusdalops meminta seluruh daerah yang berpotensi terdampak segera mengaktifkan Posko Siaga Tsunami serta memantau perkembangan informasi resmi BMKG secara berkala.

Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait agar melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat pesisir, nelayan, pengelola pelabuhan, operator transportasi laut, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai maupun muara sungai.

Petugas agar juga menyiagakan personel, sarana-prasarana, alat komunikasi, kendaraan operasional, ambulans, serta sumber daya pendukung lainnya.

Tangis Haru Warnai Kepulangan Kloter 1 Haji Embarkasi Balikpapan

“Perkuat Koordinasi lintas sektor antara BPBD, TNI, Polri, Basarnas, KSOP, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, hingga relawan kebencanaan,” lanjut siaran tersebut.

Masyarakat Agar Jauhi Pantai

Pusdalops mengimbau masyarakat yang berada dalam wilayah pesisir, kawasan pantai, pelabuhan, dermaga, dan muara sungai untuk sementara menjauhi lokasi tersebut hingga ada informasi resmi lebih lanjut dari BMKG.

“Masyarakat wilayah pesisir, muara sungai, dan kawasan pantai agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas,” tulis Pusdalops.

Pusdalops PB Kaltim bahkan meminta laporan perkembangan kondisi untuk memastikan respons cepat apabila terjadi perubahan situasi. Masyarakat agar agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, BNPB, BPBD, dan instansi pemerintah yang berwenang. (bro2)

Cegah Stunting, BKKBN Kaltim Prioritaskan Perbaikan Rumah dan Sanitasi