BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Sujud syukur, pelukan hangat, dan panggilan video kepada keluarga mewarnai kepulangan jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Balikpapan. Setelah menjalani rangkaian ibadah haji selama 42 hari di Tanah Suci, ratusan jemaah akhirnya kembali ke Tanah Air.
Sebanyak 360 jemaah haji dan petugas Kloter 1 tiba melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Minggu (7/6/2026) malam sekitar pukul 22.55 Wita.
Rombongan tersebut menggunakan pesawat Airbus A330-900 milik Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-4401 dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Setelah pesawat menuju apron dan berhenti sempurna, para jemaah mulai turun melalui garbarata menuju area kedatangan internasional.
Suasana haru langsung terasa. Beberapa jemaah tampak menundukkan kepala dan melakukan sujud syukur sesaat setelah keluar dari pesawat. Sebagian lainnya segera menghubungi keluarga melalui telepon seluler untuk mengabarkan kepulangan mereka ke Tanah Air.
Mayoritas Jemaah Asal Samarinda
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, bersyukur seluruh proses kedatangan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan para jemaah tiba dalam kondisi baik setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi
“Kami bersyukur seluruh jemaah tiba dalam kondisi sehat meskipun menempuh perjalanan udara yang cukup panjang dari Jeddah,” ujar Suharto.
Suharto menjelaskan mayoritas penumpang Kloter 1 berasal dari Kota Samarinda, yakni sebanyak 354 orang. Selain itu, terdapat dua jemaah tanazul asal Sulawesi Utara yang ikut dalam penerbangan tersebut. Termasuk empat petugas haji daerah yang mendampingi perjalanan.
“Ada penyesuaian manifes pada kloter satu ini. Dua jemaah tanazul asal Sulawesi Utara mengisi kursi kosong tersebut karena seorang jemaah haji asal Samarinda meninggal saat di Tanah Suci,” kata Suharto.
Lansia Dapat Layanan Prioritas
Untuk memastikan kenyamanan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah bersama Garuda Indonesia serta PT Angkasa Pura Indonesia telah menyiapkan berbagai skema pelayanan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan penyandang keterbatasan fisik. Salah satunya dengan menyiapkan pengawalan dan kursi roda.
“Petugas mengawal mereka melalui jalur evakuasi lift menuju lantai dasar bandara. Ya supaya tidak perlu mengantre lama dalam area kedatangan reguler,” jelas Suharto.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga berlangsung intensif agar mempercepat seluruh tahapan pelayanan. Begitu pun dengan pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan.
“Setelah semua proses administrasi keimigrasian selesai, kami langsung mengarahkan seluruh jemaah menuju bus untuk ke Asrama Haji Embarkasi Balikpapan,” terang Suharto.
Kedatangan Kloter 1 menjadi awal rangkaian pemulangan jemaah haji Debarkasi Balikpapan tahun 2026 yang akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. (bro2)

