NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / Sesar Sangkulirang dan Mangkalihat Bisa Picu Gempa di Kaltim

Sesar Sangkulirang dan Mangkalihat Bisa Picu Gempa di Kaltim

BMKG mengidentifikasi sejumlah sumber gempa baru di Kalimantan. Mitigasi bencana dinilai masih tertinggal dan perlu diperkuat. (Ilustrasi/OpenAI)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan sumber gempa baru di Kalimantan. Temuan tersebut setelah BMKG melakukan pemantauan intensif dalam tiga tahun terakhir.

Alhasil, temuan itu menjadi sinyal penting bahwa Kalimantan memiliki potensi aktivitas seismik. Sehingga perlu mendapat perhatian serius, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan pemetaan selama beberapa tahun terakhir berhasil mengungkap sejumlah sumber gempa baru pada berbagai wilayah Kalimantan.

“Selama tiga tahun itu kami bisa memetakan. Ternyata ada sumber-sumber baru yang dulu tidak teridentifikasi,” kata Rasmid.

Untuk Kalimantan Timur, BMKG telah mengidentifikasi sejumlah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi. Mulai dari Sesar Sangkulirang dan Sesar Mangkalihat yang berada pada kawasan Semenanjung Mangkaliat.

Diam-diam Gempa Kalimantan Meningkat, Potensi Magnitudo 7,0

Sementara itu, wilayah Kalimantan Utara memiliki beberapa sumber gempa potensial lain, seperti Sesar Tarakan, Sesar Maratua, Sesar Tanjung Selor, dan Sesar Krayan.

Meski aktivitas seismik menunjukkan tren peningkatan, Rasmid menilai kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa Kalimantan masih belum optimal daripada wilayah yang lebih sering mengalami gempa, seperti Pulau Jawa dan Sumatra.

“Nah kebetulan Kalimantan ini untuk mitigasinya belum total seperti wilayah lain lah. Baru hanya mungkin edukasi, sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kalimantan Tidak Bebas Gempa

Menurut Rasmid, tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal kesiapan infrastruktur, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat yang selama ini menganggap Kalimantan bebas dari ancaman gempa bumi.

“Makanya dengan kondisi seperti ini, kita tahu potensi sumber gempanya,” ujarnya.

Otorita IKN Pamerkan Pembangunan Nusantara di IEE Series

Karena itu, BMKG mendorong pemerintah daerah segera memperkuat langkah mitigasi bencana melalui pembangunan berbagai sarana pendukung kesiapsiagaan. Upaya tersebut meliputi pemasangan sirene peringatan dini tsunami, penyediaan rambu jalur evakuasi, hingga penetapan lokasi Tempat Evakuasi Akhir (TEA) pada kawasan yang berpotensi terdampak bencana.

“Seharusnya mitigasi dengan edukasi, dengan adanya sarana-prasarana untuk informasi kepada masyarakat. Seperti sirene untuk mitigasi tsunami, rambu-rambu evakuasi untuk masyarakat ketika ada gempa itu berkumpul pada suatu tempat,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur mitigasi, BMKG juga menekankan pentingnya penerapan standar konstruksi bangunan tahan gempa. Langkah tersebut agar meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerusakan apabila terjadi gempa berkekuatan besar pada masa mendatang.

“Tidak kalah pentingnya adalah mitigasi terkait bangunannya, juga harus ramah gempa,” pungkas Rasmid.

Temuan sumber gempa baru ini menjadi pengingat bahwa Kalimantan bukan wilayah yang sepenuhnya bebas dari ancaman bencana geologi. Dengan meningkatnya aktivitas seismik dalam beberapa tahun terakhir, kesiapsiagaan dan mitigasi yang terencana menjadi kunci untuk mengurangi risiko serta melindungi masyarakat dari potensi bencana pada masa mendatang. (bro2)

KBIHU Jabar Tipu-tipu Badal Haji, Rugikan Jemaah Rp1,4 Miliar