EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Otban 7 Sulap Aset Idle Jadi Unit Usaha, Padel hingga Kafe

Otban 7 Sulap Aset Idle Jadi Unit Usaha, Padel hingga Kafe

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setyo Prabowo (kanan) dan Kepala Kantor Otban VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin (kiri) menandatangani prasasti peresmian pemanfaatan aset barang milik negara. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Pasalnya, regulator kebandarudaraan tersebut inovatif dalam memanfaatkan aset negara yang tidak produktif menjadi berbagai unit usaha.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setyo Prabowo mengatakan langkah Otban VII merupakan terobosan yang patut menjadi percontohan.

“Sebagai regulator logika berpikirnya memang tidak mudah untuk berusaha. Tetapi dengan kepemimpinan yang ada, Otban VII mampu membuat inovasi dalam pemanfaatan aset negara,” katanya usai peresmian dan peninjauan, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan sejumlah aset yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini menjadi berbagai unit usaha yang memberikan nilai ekonomi. Mulai dari Kobu Mart7, Resume Coffee, More Padel, foodcourt atau pujasera, Nomad Garage Carwash & Café, Avia Laundry, bengkel cat duco, guest house, hingga parkir inap.

“Ini memberikan nilai positif karena aset yang idle menjadi lebih produktif,” ujarnya.

Jelang PESAN 2026, BI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di Balikpapan

Achmad menilai langkah tersebut tidak hanya meningkatkan pemanfaatan aset negara, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan pegawai.

“Mudah-mudahan upaya ini dapat memberikan nilai tambah, serta memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan yang tersedia,” katanya.

Ia bahkan menyebut sejumlah otban telah memanfaatkan aset negara. Namun, menurutnya, Otban VII Balikpapan menjadi yang paling masif dalam mengembangkan berbagai unit usaha berbasis aset idle.

“Tetapi yang menyulap aset idle menjadi berbagai unit usaha yang dekat dengan masyarakat seperti ini, baru Otban VII yang melakukannya secara masif,” tukasnya.

Gandeng Investor, Libatkan ASN Otban VII

Kepala Kantor Otoritas Bandara VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin menjajal lapangan padel yang merupakan cabang olahraga tren saat ini. (Berandapost.com)

Sementara itu, Kepala Kantor Otban VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan pengembangan usaha guest house dan laundry. Dengan demikian, total terdapat tujuh unit usaha yang akan beroperasi dalam kawasan tersebut.

Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Susun Renstra CSR PPU

“Nanti yang sedang berproses ada guest house dan laundry. Jadi total akan ada tujuh jenis usaha,” ungkapnya.

Ferdinan menjelaskan Otban VII menggandeng investor dan pelaku usaha dari berbagai daerah. Lapangan padel misalnya, merupakan investasi oleh pengusaha asal Palu, sementara pengembangan guest house melibatkan pengusaha dari Samarinda.

Menariknya, unit usaha Resume Coffee justru melalui investasi para pegawai Otban VII sendiri.

“Coffee shop ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Ada sekitar 20 pegawai yang ikut berinvestasi dengan total nilai investasi sekitar Rp150 juta,” terang Ferdinan.

Ia menjelaskan para pegawai berinvestasi mulai dari Rp5 juta per orang dan pengelolaan usaha berjalan di luar jam kerja. Sehingga tidak mengganggu tugas utama sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Ekspor Balikpapan Melonjak 48,21 Persen, Neraca Perdagangan Defisit

“Namun kami juga ingin menumbuhkan semangat entrepreneur terhadap kalangan pegawai sesuai arahan pimpinan pusat,” imbuhnya.

Sedangkan pemilihan usaha lapangan padel karena melihat tren olahraga tersebut yang tengah berkembang dan memiliki prospek pasar yang menjanjikan.

“Kami harus jeli melihat peluang. Padel saat ini sedang menjadi tren dan memiliki pasar yang cukup baik,” terangnya.

Terkait perizinan, Ferdinan menjelaskan sebagian besar kegiatan usaha berada dalam kawasan aset Otban VII sehingga tidak memerlukan proses yang kompleks. Namun untuk pengembangan akses yang bersinggungan langsung dengan jalan umum, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. (bro2)