KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Evaluasi SPMB Kaltim 2026, Fokus Perbaikan Integrasi Sistem

Evaluasi SPMB Kaltim 2026, Fokus Perbaikan Integrasi Sistem

Antrean peserta SPMB 2026 di SMKN 1 Balikpapan pada 10 Juni 2026. Pemprov Kaltim mengevaluasi SPMB 2026 setelah integrasi sistem penerimaan siswa baru. Perbaikan layanan digital dan mitigasi kendala menjadi fokus utama. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Kaltim 2026 memasuki babak evaluasi. Setelah untuk pertama kalinya seluruh kabupaten dan kota menggunakan sistem terintegrasi, Pemprov Kaltim mulai menyempurnakan layanan.

Langkah tersebut agar proses SPMB Kaltim 2026 berlangsung lebih mudah, merata, dan transparan.

Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, menjelaskan pelaksanaan SPMB Kaltim 2026 menjadi tonggak penyatuan sistem penerimaan murid baru untuk seluruh kabupaten dan kota.

“Sebelumnya, masing-masing kabupaten dan kota mengelola sistemnya sendiri. Tahun ini seluruh daerah tergabung dalam satu sistem yang secara terpusat bersama Diskominfo Kaltim. Tentu dalam proses awal ada tantangan, salah satunya gangguan server pada hari pertama pelaksanaan,” katanya, Jumat (26/6/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, pihaknya segera menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi penyusunan skema alternatif apabila gangguan berlangsung lebih lama. Termasuk penerapan pembagian waktu akses pendaftaran untuk mengurangi kepadatan pengguna.

Polda Kaltim Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Selain itu, pihaknya membuka layanan bantuan (helpdesk) pada tingkat perangkat daerah hingga sekolah. Layanan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh informasi sekaligus pendampingan selama proses pendaftaran.

Rahmat menegaskan, integrasi sistem untuk menghadirkan standar pelayanan yang seragam bagi seluruh wilayah Kaltim.

“Ke depan, kami ingin seluruh daerah memiliki sistem dan petunjuk teknis yang semakin selaras. Sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih sederhana, efisien, dan akses juga mudah,” ujarnya.

Ombudsman Mengawasi SPMB 2026

Sementara itu, Asisten Pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI Perwakilan Kaltim, Ignasius Ryan Gamas, menyampaikan pihaknya rutin mengawasi pelaksanaan SPMB Kaltim 2026.

“Memang pada hari pertama masih terdapat keluhan masyarakat terkait sistem. Namun Pemprov Kaltim mengambil langkah cepat dengan melakukan penyesuaian jadwal dan penanganan kendala,” ungkapnya.

Rudy Mas’ud: Membangun Desa Tidak Berdasarkan Asumsi

Ia menambahkan, penguatan digitalisasi layanan pendidikan perlu terus berlanjut agar kendala serupa tidak kembali terjadi.

“Karena pendidikan merupakan layanan dasar untuk seluruh masyarakat,” pungkasnya. (bro2)