BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Hamparan laut sekitar 60 kilometer sebelah utara Balikpapan menjadi saksi aktivitas penting operasi hulu migas PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Pada 22 Juli 2026, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut atau Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo meninjau fasilitas operasi migas lepas pantai Bekapai.
Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat aktivitas produksi. Pertemuan menjadi momentum bagi PHM, SKK Migas, dan TNI AL untuk memperkuat sinergi pengamanan aset hulu migas.
Keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan operasi migas. Karena itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan memiliki peran strategis agar kegiatan produksi berlangsung aman, andal, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.
General Manager PHM Setyo Sapto Edi menyambut langsung Danlanal Balikpapan Rudhiro Pratomo beserta tim. Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) Haryanto Syafri bersama jajaran manajemen SKK Migas Kalsul turut hadir.
Setyo mengatakan keberhasilan operasi hulu migas tidak hanya bergantung pada keandalan fasilitas dan kompetensi pekerja. Sinergi perusahaan, regulator, dan aparat keamanan, termasuk TNI Angkatan Laut, juga menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan operasi.
“Sebagai pengelola aset hulu migas yang merupakan Obvitnas, PHM membutuhkan sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas dan TNI Angkatan Laut, agar operasi dapat berjalan secara selamat, andal, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sangat penting dalam melindungi aset strategis negara sekaligus menjaga pasokan energi nasional,” ujar Setyo.
Peran Strategis Lapangan Bekapai
Bekapai merupakan salah satu fasilitas produksi lepas pantai strategis dalam Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Fasilitas tersebut memiliki peran dalam menopang produksi minyak nasional, terutama saat pengelolaan lapangan migas memasuki fase mature field.
Kondisi tersebut menuntut PHM terus menjaga keandalan fasilitas sekaligus mencari cara agar produksi tetap optimal. Budaya keselamatan, pemeliharaan aset, inovasi operasional, serta sistem keamanan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan produksi secara aman dan efisien.
Kepala SKK Migas Kalsul Haryanto Syafri mengapresiasi kinerja PHM yang terus menjaga keberlangsungan operasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap produksi migas nasional.
Menurut Haryanto, pengelolaan lapangan yang telah berproduksi selama puluhan tahun membutuhkan perhatian serius terhadap keamanan dan keselamatan kerja. Penerapan sistem keselamatan pada fasilitas produksi lepas pantai juga menjadi faktor penting dalam menjaga operasional.
Haryanto menilai PHM masih menjadi salah satu kontributor penting bagi pemenuhan kebutuhan energi nasional. Karena itu, upaya perusahaan menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan produksi, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan mendapat apresiasi.
“Sinergi yang erat antara SKK Migas, PHM, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan, menjadi faktor penting untuk memastikan target produksi migas nasional dapat tercapai secara berkelanjutan,” tuturnya.
Danlanal Balikpapan: Pengamanan Obvitnas Tanggung Jawab Bersama

Danlanal Balikpapan, Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo (kiri) meninjau fasilitas migas Bekapai milik PHM. (HO – PHM)
Komitmen pengamanan juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Laut. Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo S.A.P. menegaskan kesiapan jajarannya memperkuat koordinasi dengan SKK Migas dan PHM untuk menjaga keamanan Obvitnas pada wilayah perairan.
“Pengamanan Obvitnas merupakan tanggung jawab bersama. TNI Angkatan Laut siap mendukung pengamanan fasilitas operasi lepas pantai melalui koordinasi yang erat, melakukan patroli keamanan, serta langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap operasional PHM dapat terus berjalan dengan aman sehingga mampu mendukung ketahanan energi untuk Indonesia,” tegas Rudhiro.
Kunjungan Danlanal Balikpapan berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang mengutamakan keselamatan. Agenda diawali safety induction sebagai bentuk komitmen PHM terhadap keselamatan kerja.
Rombongan kemudian mendapat pemaparan mengenai kondisi operasional Bekapai, sistem keselamatan, serta pengelolaan keamanan fasilitas produksi lepas pantai yang menjadi bagian dari aset strategis nasional.
PHM juga memaparkan kegiatan operasional pada WK Mahakam, termasuk pengelolaan jaringan pipa migas. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung penyaluran energi dari fasilitas produksi.
Bagi PHM, SKK Migas, dan TNI Angkatan Laut, kunjungan Danlanal Balikpapan tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan produksi energi membutuhkan kerja bersama. Keandalan fasilitas harus berjalan beriringan dengan sistem keamanan yang kuat serta budaya keselamatan yang konsisten.
Sinergi ketiga pihak diharapkan mampu menjaga kelancaran operasi hulu migas sekaligus melindungi aset strategis negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produksi minyak dan gas bumi serta memastikan ketersediaan dan ketahanan energi bagi Indonesia. (bro2)

