BERANDAPOST.COM, SANGATTA – Ancaman musim kemarau yang lebih panjang akibat El Nino menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Jauh sebelum dampaknya mencapai puncak pada akhir 2026, seluruh perangkat daerah harus bergerak menyiapkan langkah mitigasi.
Mitigasi tersebut agar pasokan pangan, ketersediaan air bersih, pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga stabilitas inflasi tetap terjaga.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, berbagai informasi menunjukkan dampak El Nino tahun ini berpotensi lebih serius. Bahkan, sejumlah negara Eropa telah mengalami gelombang panas ekstrem yang menimbulkan ribuan korban jiwa.
“Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi kita agar tidak menganggap remeh fenomena ini,” kata Ardiansyah, Selasa (14/7/2026).
Sehari sebelumnya, Pemkab Kutim telah melaksanakan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama berbagai pemangku kepentingan. Dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa Kutai Timur berpotensi mengalami musim kering yang cukup tinggi.
“Terutama pada Agustus hingga September mendatang,” katanya.
Ardiansyah: PDAM Jaga Pasokan Air Bersih
Salah satu perhatian utama pemerintah daerah adalah menjaga ketersediaan air bersih. Ardiansyah meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bersama instansi terkait segera menyusun strategi. Salah satunya dengan memanfaatkan seluruh sumber air yang tersedia sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada sumber air yang ada saat ini. Antisipasi sejak sekarang terhadap potensi penurunan debit Sungai Sangatta. Manfaatkan embung maupun sumber air alternatif yang memungkinkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” instruksinya.
Selain sektor air bersih, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap ketahanan pangan. Ardiansyah meminta perangkat daerah terkait menyesuaikan pola tanam agar produksi pertanian tetap terjaga meski pasokan air berkurang.
“Sektor perdagangan agar mempercepat kerja sama dengan daerah penghasil komoditas strategis. Sehingga distribusi kebutuhan pokok terjaga apabila El Nino memengaruhi rantai pasok,” imbuhnya.
Tak hanya mengandalkan program pemerintah, Ardiansyah juga mengajak camat hingga kepala desa menggerakkan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
“Manfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, kangkung, bayam maupun sayuran lainnya. Dengan dukungan sistem hidroponik maupun integrated farming, saya yakin masyarakat dapat membantu menjaga ketahanan pangan daerah,” tambahnya. (bro2)

