BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Angin Selatan Masuk Balikpapan, Nelayan dan Warga Pesisir Waspada

Angin Selatan Masuk Balikpapan, Nelayan dan Warga Pesisir Waspada

Kapal nelayan yang sandar di kawasan Manggar. Nelayan memilih mengurangi aktivitas melaut karena Balikpapan telah masuk musim angin selatan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Deru ombak yang mulai meninggi sepanjang pesisir Balikpapan menjadi pengingat bagi nelayan dan warga pesisir agar lebih waspada memasuki musim angin selatan. Kondisi tersebut akan berlangsung  hingga September mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali, mengatakan musim angin selatan memicu tingginya gelombang laut.

“Ketinggian gelombang sekitar satu hingga dua meter. Sehingga berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat kawasan pesisir maupun nelayan yang melaut,” kata Usman Ali, Rabu (14/7/2026).

Menurut Usman, ancaman tersebut tidak hanya membahayakan nelayan dan aktivitas pelayaran, tetapi juga mengancam rumah-rumah kawasan pesisir. Seperti pada 10 Juli 2026 lalu, sebanyak tiga rumah RT 9 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, ambruk akibat hantaman ombak tinggi dan besar.

“Pastikan kondisi bangunan tetap kokoh, terutama keberadaan suai atau penyangga silang pada kaki rumah panggung,” ujarnya.

Siklon Tropis dan Monsun Australia Picu Gelombang Tinggi di Balikpapan

BPBD juga mengimbau warga agar tidak mendiami rumah sementara waktu apabila gelombang perairan terpantau sangat besar. “Sebaiknya mengungsi sementara ke tempat yang aman atau ke rumah tetangga,” imbaunya.

Selain ancaman gelombang tinggi, BPBD juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi pohon tumbang akibat tiupan angin yang lebih kencang selama musim angin selatan berlangsung. Warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas luar rumah, terutama ketika cuaca memburuk.

“Laporkan ke kami jika menemukan pohon miring, tiang listrik yang membahayakan, atau kondisi lain yang berpotensi mengancam keselamatan,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan para pengunjung objek wisata pantai agar tidak bermain air maupun berenang ketika ombak sedang tinggi. Wisatawan harus tetap berada pada area aman serta mematuhi rambu-rambu keselamatan dan arahan petugas.

“Kami terus melakukan pengawasan. Kepada para orang tua, kami juga meminta agar melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anaknya supaya tidak bermain air laut saat kondisi gelombang tidak menentu,” pungkasnya. (bro2)

Pengolahan Sampah Regional Balikpapan Raya Menunggu Persetujuan Pusat