BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Polemik pelatihan dasar bergaya semimiliter bagi pengurus Koperasi Desa Merah Putih mendapat tanggapan dari Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Ia menilai metode pelatihan tersebut tetap memiliki manfaat dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Namun ia juga mengingatkan agar selama pelaksanaannya mengutamakan aspek keselamatan peserta.
Menurut Bagus, pelatihan semimiliter mampu menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan manajerial.
“Kalau kegiatannya saya melihat positif. Bangun pagi, disiplin, tepat waktu, dan memiliki rasa tanggung jawab bersama,” kata Bagus Susetyo belum lama ini.
Ia bahkan memastikan semua itu dibutuhkan dalam menjalankan organisasi maupun kehidupan sehari-hari. “Kebiasaan seperti itu akan berdampak positif terhadap cara bekerja dan manajemen,” ujarnya.
Meski mendukung program tersebut, Bagus mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum peserta mengikuti pelatihan. Langkah itu untuk memastikan setiap peserta berada dalam kondisi fisik yang layak menjalani aktivitas dengan intensitas tinggi.
Skrining kesehatan, lanjut Bagus, sebaiknya mencakup pemeriksaan tekanan darah, diabetes, anemia, maupun penyakit penyerta lainnya. “Sehingga dapat meminimalisir potensi risiko selama pelatihan,” ucapnya.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak boleh mengesampingkan faktor keselamatan. Dengan pemeriksaan kesehatan yang memadai, tujuan pelatihan dapat tercapai tanpa menimbulkan dampak yang merugikan peserta.
Ia kemudian menceritakan pengalaman pribadi menjadi salah satu alasan yang memperkuat pandangannya. Ia mengaku pernah mengikuti pelatihan serupa selama 10 hari setelah pelantikannya sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan.
Bagus mengaku merasakan manfaatnya dalam membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat kemampuan kepemimpinan dan manajemen.
“Karena itu, kami berharap pelaksanaan pelatihan serupa ke depan tetap memperhatikan aspek keselamatan peserta. Tentunya melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat, sehingga manfaat program bisa optimal,” pungkas Bagus Susetyo. (bro2)

