KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Panti Rehabilitasi Tempat Bangkit Penyandang Masalah Sosial di Kaltim

Panti Rehabilitasi Tempat Bangkit Penyandang Masalah Sosial di Kaltim

Panti Rehabilitasi Dinas Sosial Kaltim membina penyandang masalah kesejahteraan sosial melalui pelatihan keterampilan, layanan dasar, dan pendampingan agar kembali mandiri. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Dari balik gerbang Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS), harapan baru terus tumbuh bagi mereka yang pernah kehilangan arah hidup. Tempat ini bukan sekadar menjadi penampungan sementara, melainkan ruang pembinaan yang memberi kesempatan bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Kesempatan untuk memulihkan kepercayaan diri, mengasah keterampilan, dan kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Panti Rehabilitasi menerima beragam kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial. Tidak hanya gelandangan dan pengemis, tetapi juga korban kekerasan, korban perdagangan orang, hingga orang terlantar.

Ada juga korban bencana, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang telah menyelesaikan perawatan medis.

Kepala UPTD PRSTS Dinas Sosial Kalimantan Timur, Robby Irawan, mengatakan tujuan utama pembinaan bukan hanya menyediakan tempat tinggal.

KUR Kaltim Tembus Rp6,5 Triliun, OJK: Waspada Penyalahgunaan KTP

“Harapan kami, mereka juga benar-benar mendapatkan pembinaan sehingga bisa mandiri dan kembali berdaya dalam masyarakat,” katanya, Minggu (11/7/2026).

Selama mengikuti program pembinaan, para penghuni Panti Rehabilitasi memperoleh berbagai layanan dasar. Mulai dari tempat tinggal, makanan, pakaian, layanan kesehatan, hingga bimbingan mental, fisik, dan spiritual. Mereka juga mendapatkan pelatihan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Pelatihan Peningkatan Produktivitas

Beragam pelatihan meliputi hidroponik, budi daya ikan bioflok, tata boga, hingga pertanian. Seluruh program agar para penghuni memiliki kemampuan produktif dan peluang memperoleh penghasilan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Menurut Robby, keterampilan menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kembali kehidupan para penghuni.

“Kami ingin mengubah stigma negatif yang selama ini melekat. Mereka juga punya kesempatan untuk bangkit dan menjalani hidup yang lebih mandiri,” katanya.

Pemprov Kaltim Siapkan Tindak Lanjut Hasil Reses, Fokus Infrastruktur

Panti Rehabilitasi yang berdiri atas lahan seluas lebih dari dua hektare itu juga memiliki berbagai fasilitas penunjang, seperti wisma, ruang pelatihan, sarana olahraga, dapur umum, hingga area budi daya. Ke depan, lahan yang masih tersedia akan menjadi kawasan pertanian untuk memperkuat program pemberdayaan para penghuni.

Selain menjalankan pembinaan, PRSTS aktif menjalin koordinasi dengan berbagai instansi, antara lain rumah sakit, kepolisian, Satpol PP, hingga panti sosial lainnya. Lansia yang memerlukan perawatan khusus akan mendapat rujukan ke panti lansia ketika kuota tersedia.

Sementara itu, PRSTS juga menerima sementara ODGJ yang telah stabil sebelum memperoleh penanganan lanjutan sesuai kebutuhan.

Keberadaan Panti Rehabilitasi bukan semata-mata menjaga ketertiban sosial atau menata wajah kota. Lebih dari itu, panti ini menjadi tempat bagi mereka yang pernah terpinggirkan untuk menemukan kembali harapan, membangun keterampilan, serta membuka lembaran baru menuju kehidupan yang lebih bermartabat dan mandiri.

5 Kapolres di Kaltim Berganti, Kapolresta IKN Dikukuhkan