BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Wastra dan kriya Kaltim mulai membuka jalan menuju pasar internasional. Melalui business matching, produk unggulan para pelaku UMKM berhasil menarik perhatian buyer asal Australia. Bahkan ada yang langsung memperoleh purchase order sebagai langkah awal ekspor.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memperkuat upaya membawa produk unggulan daerah ke pasar global. Business Matching pada Senin (6/7/2026), menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar internasional. Sekaligus juga meningkatkan daya saing pelaku UMKM dalam pasar ekspor.
Melalui proses kurasi oleh DPPKUKM bersama Dekranasda Kaltim, terpilih 10 pelaku UMKM wastra dan kriya yang memiliki potensi ekspor. Mereka mendapat kesempatan mempresentasikan produk unggulan secara langsung kepada calon pembeli dari Australia, MSHADI Group Pty Ltd.
“Keberhasilan ini agar menjadi penyemangat bagi seluruh perajin dan pelaku UMKM untuk terus berkarya, menjaga kualitas, berinovasi, serta berani menembus pasar yang lebih luas,” ujar Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih.
Produk wastra dan kriya Kaltim mendapat apresiasi dari diaspora Indonesia di Australia. Pemasaran sejumlah produk rencananya melalui galeri negara Australia sebagai etalase produk kreatif Indonesia. Sekaligus pintu masuk bagi karya para pengrajin Kalimantan Timur ke pasar internasional.
Tidak hanya itu, koleksi busana berbahan wastra khas Kalimantan Timur juga akan tampil dalam peragaan busana Australia. Kesempatan tersebut untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dunia melalui karya para desainer dan perajin lokal.
Produk dekorasi rumah berbahan ulap doyo dan rami, kerajinan manik, anyaman rotan, hingga bantal batik bermotif khas Kalimantan Timur juga berhasil mencuri perhatian buyer. Bahkan, beberapa produk telah memperoleh purchase order langsung dari MSHADI Group Pty Ltd.
Sepuluh brand binaan Dekranasda Kaltim yang mengikuti kegiatan ini meliputi Rumah Tenun Rahmadina, D’Jahit Ratie, Borneo Batik, BAE Sulam Tumpar, Pokantakaq, Menggeris, Rajut RST, Matan Gallery, Denafee, dan Gilfantee. Masing-masing menampilkan produk berbasis budaya lokal yang berpadu dengan inovasi serta kualitas yang memenuhi kebutuhan pasar. (bro2)

