NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / Hari Doa Nasional 2026 di IKN Jadi Momen Bersejarah

Hari Doa Nasional 2026 di IKN Jadi Momen Bersejarah

Hari Doa Nasional 2026 di IKN menjadi momen bersejarah bagi umat Kristiani. Ratusan peserta memanjatkan doa bagi Indonesia dan pembangunan Nusantara. (HO - Humas Otorita IKN)

BERANDAPOST.COM, NUSANTARA – Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara menjadi saksi bersatunya doa dari berbagai penjuru Indonesia. Ratusan umat Kristiani bersama para pemimpin gereja berkumpul dalam puncak Hari Doa Nasional 2026. Mereka memanjatkan doa bagi bangsa, para pemimpin, serta masa depan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sekaligus pimpinan Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th., menyebut pelaksanaan Hari Doa Nasional 2026 sebagai peristiwa bersejarah bagi FUKRI maupun umat Kristiani Indonesia.

Dalam khotbahnya, Tommy mengatakan kegiatan tersebut mempertemukan pimpinan dari delapan aras gereja bersama ratusan peserta yang hadir secara langsung. Jemaat juga mengikuti ibadah melalui siaran langsung dari berbagai daerah Indonesia hingga mancanegara.

“Kegiatan Hari Doa Nasional 2026 yang menghadirkan pimpinan dari delapan aras gereja adalah suatu sejarah,” ujarnya.

Puncak Hari Doa Nasional 2026 berlangsung Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut menutup rangkaian perjalanan doa selama empat hari yang awalnya dari BSSC Dome Balikpapan. Gereja Bethany of Favour menjadi tuan rumah pelaksanaan untuk Balikpapan dan IKN dengan sekitar 700 peserta dari berbagai daerah.

Awasi Perbatasan RI, Imigrasi – ITB Kembangkan Pagar Digital

Salah seorang peserta, Marcel Kanon, turut menyampaikan pesan doa bagi Indonesia. Pendeta Gereja Bethany Nusantara House of Restoration, Kota Auckland, Selandia Baru, itu mengatakan kehadirannya merupakan bagian dari gerakan doa bersama untuk seluruh wilayah Indonesia.

“Indonesia butuh doa. IKN butuh doa. Seluruh Indonesia, dari Papua sampai Aceh. Dalam rangka itulah kami (umat Kristiani) datang ke sini untuk puncak Hari Doa Nasional,” ungkapnya.

Keseimbangan Pembangunan IKN

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan pembangunan Nusantara mengedepankan keseimbangan antara infrastruktur dan pelestarian alam.

“Inilah IKN, kami hanya membangun sekitar 20 persen saja. Sebagian besar kawasan ini kami kembalikan melalui reforestasi sebagai hutan asli wilayah Kalimantan Timur, atau kita sebut juga rewilding Nusantara,” ujarnya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, juga hadir dan menyampaikan apresiasi kepada FUKRI serta seluruh peserta Hari Doa Nasional yang telah memilih Nusantara sebagai lokasi penutupan kegiatan.

Ekonomi PPU Tumbuh 19,9 Persen Berkat Pembangunan IKN

“Kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur karena FUKRI memilih IKN sebagai tempat penutupan. Bagi kami, apa pun yang kita kerjakan, sekeras apa pun, kalau tanpa alas doa, pekerjaan itu juga kurang bermakna. Dengan alas doa, pekerjaan kita berhubungan dengan Tuhan, sehingga pekerjaan ini bernilai ibadah,” tutup Basuki. (bro2)