BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Job Market Fair 2026 berlangsung dua hari (114-5/7/2026), dengan melibatkan 86 perusahaan yang membuka 2.079 lowongan kerja dari 69 jenis jabatan. Kegiatan ini menjadi bursa kerja pertama pada tahun 2026 dan akan kembali berlangsung pada akhir tahun.
Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan hingga hari pertama pelaksanaan tercatat sebanyak 2.086 pencari kerja telah melakukan registrasi untuk mengikuti Job Market Fair.
“Untuk kegiatan hari ini merupakan Job Market Fair pertama tahun ini. Ada 86 perusahaan yang berpartisipasi dengan menyediakan 2.079 lowongan kerja dari 69 jenis jabatan. Sementara yang sudah registrasi kurang lebih 2.086 pencari kerja,” kata Adamin, BSCC Dome, Selasa (14/7/2026).
Ia berharap para pencari kerja dapat memanfaatkan pelaksanaan JMF selama dua hari untuk menyesuaikan kompetensinya dengan kebutuhan perusahaan.
“Mudah-mudahan anak-anak kita yang sudah mendaftar bisa melihat kesesuaian antara lowongan yang tersedia dengan kemampuan atau skill masing-masing,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya, tingkat penyerapan tenaga kerja melalui Job Market Fair masih sekitar 40 persen. Tahun ini pihaknya menargetkan angka tersebut meningkat 50 persen lebih.
“Kalau ada sekitar 2.000 lowongan, mudah-mudahan sekitar 1.000 orang bisa terserap,” katanya.
Adamin menjelaskan masih rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja karena beberapa faktor. Mulai dari lowongan yang kurang peminat, ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan, serta minimnya pengalaman dan keterampilan yang telah perusahaan syaratkan.
“Ini menjadi perhatian kami melalui program pelatihan dan pemagangan setiap tahun,” jelasnya.
AK-1 Jadi Syarat Wajib
Adamin menambahkan, seluruh peserta wajib memiliki Kartu AK-1 (Kartu Pencari Kerja). Bagi pencari kerja yang belum memiliki AK-1, bisa melakukan pendaftaran langsung dalam lokasi Job Market Fair 2026.
“AK-1 terbit pada hari yang sama. Syarat utamanya berdomisili Balikpapan. Bagi yang KTP luar daerah, cukup melampirkan surat keterangan domisili dari kelurahan,” jelasnya.
Disnaker mencatat jumlah pencari kerja yang terdaftar saat ini mencapai sekitar 3.000 orang. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Balikpapan berada pada angka 5,8 persen.
“Kalau kegiatan ini bisa mengurangi pengangguran sekitar 10 sampai 20 persen tentu sudah sangat membantu. Apalagi saat ini ada dampak kondisi geopolitik global yang menyebabkan beberapa perusahaan melaporkan adanya pengurangan tenaga kerja, meskipun sebagian besar terjadi pada sektor pertambangan,” tuturnya. (bro2)

