BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Disnaker Balikpapan: Perusahaan Wajib Beri Kesempatan Disabilitas Bekerja

Disnaker Balikpapan: Perusahaan Wajib Beri Kesempatan Disabilitas Bekerja

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, Adamin Siregar akan mengevaluasi penyerapan tenaga kerja disabilitas setelah Job Fair, termasuk efektivitas program magang di perusahaan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Job Market Fair 2026 yang berlokasi Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome berakhir hari ini, Rabu (15/7/2026). Penyerapan tenaga kerja akan mendapatkan evaluasi oleh Disnaker Balikpapan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Evaluasi tersebut mencakup jumlah penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan bekerja hingga efektivitas program magang yang selama ini berjalan.

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan perusahaan memiliki kewajiban membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Memang ada aturannya bahwa perusahaan harus menerima mereka. Nanti setelah sekitar dua bulan kita lihat laporannya, berapa persen yang bekerja, termasuk tenaga kerja disabilitas,” kata Adamin.

Pernyataan tersebut menanggapi harapan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia atau PPDI Balikpapan yang menilai penyandang disabilitas selama ini lebih banyak memperoleh kesempatan magang daripada sebagai karyawan tetap.

PPDI Balikpapan: Kuota Ada, Pekerjaan untuk Disabilitas Belum Nyata

Menurut Adamin, program magang sebagai tahapan awal agar mereka yang berkebutuhan khusus memiliki pengalaman kerja dan memahami budaya kerja perusahaan.

“Kita berikan pelatihan dan kesempatan magang ke beberapa perusahaan. Paling tidak kalau sudah punya pengalaman magang, mereka sudah mengetahui seperti apa dunia kerja,” ujarnya.

Pihaknya juga menggandeng sejumlah perusahaan untuk membuka kesempatan magang sebagai bagian dari peningkatan keterampilan calon tenaga kerja dari penyandang disabilitas.

Meski demikian, Adamin mengakui program tersebut belum sepenuhnya berjalan optimal. Berdasarkan evaluasi sementara, sebagian peserta magang belum mampu bertahan hingga ke pengangkatan pekerja tetap.

“Kita memang pernah melakukan pemagangan bagi teman-teman disabilitas, tetapi tidak bisa bertahan lama. Ini yang akan kita evaluasi, pekerjaan apa yang cocok untuk mereka,” imbuhnya.

Gasali Ingin Job Market Fair 3 Kali Setahun, Perluas Peluang Kerja

Salah satu contoh program magang yang pernah berjalan adalah pada sektor kafe. Namun, program tersebut hanya berlangsung sekitar tiga bulan sebelum akhirnya berakhir.

Saat ditanya apakah program tersebut terhenti karena perusahaan atau peserta magang, Adamin menjawab, “Dari pesertanya.” (bro2)