BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat perencanaan pembangunan yang lebih akurat. Salah satunya melalui Coaching Clinic Pengelolaan Data Geospasial gelaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun tata kelola data geospasial yang terintegrasi dan berkualitas sebagai fondasi pengambilan kebijakan pembangunan.
Coaching clinic tersebut mempertemukan para pengelola data dari seluruh perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan itu bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai pengelolaan data geospasial yang akurat, terintegrasi, serta selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia.
Dalam implementasinya, Bappeda Kaltim menjalankan peran sebagai wali data. Tugas itu mencakup penjagaan kualitas data, penerapan standar, penyusunan metadata, hingga memastikan interoperabilitas data dari setiap perangkat daerah.
Ketua Tim Analisis Data dan Informasi Bappeda Kaltim, Duma Mangalle, menegaskan pengelolaan data geospasial memegang peranan penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Menurutnya, data berkualitas menjadi fondasi penyusunan kebijakan, perencanaan program, hingga evaluasi pembangunan.
“Melalui coaching clinic ini kami ingin memastikan setiap perangkat daerah memahami tata cara pengelolaan data geospasial sesuai standar yang berlaku,” ujar Duma.
Menurut Duma, kolaborasi antarpangkat daerah menjadi kunci agar pengelolaan data geospasial berjalan optimal. Keseragaman format, kemudahan integrasi, serta akses terhadap data akan memperkuat pemanfaatannya untuk berbagai sektor pembangunan Kaltim.
Tak hanya menyajikan materi, coaching clinic juga menghadirkan sesi diskusi dan konsultasi teknis. Peserta mendapat pendampingan mengenai penyusunan metadata, proses validasi data, hingga mekanisme berbagi data antarlembaga agar pengelolaannya semakin efektif. (bro2)

