BERAU
Beranda / DAERAH / BERAU / Potensi Wisata Air Panas Pemapak Dilirik Utusan Presiden Seychelles

Potensi Wisata Air Panas Pemapak Dilirik Utusan Presiden Seychelles

Wakil Bupati Berau Gamalis mengajak investor mengembangkan Air Panas Pemapak. Utusan Presiden Seychelles menilai destinasi itu berpotensi menjadi wisata berkelas. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Dari hamparan alam Kecamatan Biatan, Wisata Air Panas Pemapak menyimpan potensi besar sebagai destinasi unggulan Kabupaten Berau. Keindahan alam yang masih alami, berpadu dengan kekayaan budaya masyarakat setempat, kini mulai menarik perhatian berbagai pihak. Termasuk mitra internasional yang melihat peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Potensi tersebut menjadi sorotan saat Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendampingi Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito. Keduanya bersama rombongan mengunjungi objek wisata Air Panas Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Senin (20/7/2026).

Kunjungan itu tidak hanya menjadi ajang promosi destinasi wisata, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai peluang investasi dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Berau Buka Peluang Investasi Pariwisata

Dalam kesempatan tersebut, Gamalis menegaskan Kabupaten Berau memiliki kekayaan wisata alam yang masih sangat luas untuk dikembangkan. Menurutnya, investasi menjadi salah satu faktor penting agar potensi tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah maupun masyarakat.

Ia berharap semakin banyak investor dan mitra strategis yang tertarik mengembangkan sektor pariwisata Berau secara berkelanjutan.

Bupati Berau Desak Usut Tuntas Penangkapan Hiu Laut Derawan

“Potensi investasi sangat terbuka. Masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan, terutama sektor pariwisata. Kami berharap semakin banyak kolaborasi dan investasi yang masuk sehingga pengembangan destinasi wisata dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Wisata Perlu Memiliki Cerita

Sementara itu, Nico Barito menilai Air Panas Pemapak memiliki daya tarik yang kuat untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya oleh keindahan alam, melainkan juga oleh cerita dan identitas yang mampu membangun pengalaman wisata.

“Setiap destinasi harus memiliki cerita. Ketika wisata memiliki narasi yang kuat, wisatawan akan penasaran untuk datang dan bahkan kembali lagi. Kearifan lokal masyarakat sekitar kawasan ini harus menjadi bagian dari pengalaman wisata,” katanya.

Ia menilai budaya masyarakat sekitar dapat menjadi nilai tambah yang membedakan Air Panas Pemapak dari destinasi wisata lain di Indonesia.

Dorong Konsep Experience Tourism

Nico juga memberikan sejumlah masukan agar pengembangan kawasan wisata tersebut semakin kompetitif. Menurutnya, konsep experience tourism atau wisata berbasis pengalaman perlu menjadi fokus utama dalam pengelolaan destinasi.

INACRAFT 2026, Dekranasda Berau Promosikan Batik dan Kerajinan Unggulan

Selain memperkuat narasi budaya lokal, ia mendorong hadirnya berbagai atraksi yang melibatkan masyarakat serta penambahan aktivitas pendukung agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan selama berkunjung.

Dengan konsep tersebut, kunjungan wisata tidak hanya ramai pada musim liburan, tetapi dapat berlangsung sepanjang tahun.

Libatkan Masyarakat sebagai Pelaku Utama

Menurut Nico, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi dari berkembangnya sektor pariwisata.

Ia optimistis, dengan pengelolaan yang tepat, dukungan investasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Air Panas Pemapak memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi unggulan Berau yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara secara berkelanjutan.

Berau Fishing Tournament 2026 Jadi Destinasi Sport Fishing Nasional