BERANDAPOST.COM, REPUBLIK CEKO – Sebuah penemuan bersejarah kembali mengungkap jejak masa lalu Eropa. Sebanyak 133 botol wine berusia sekitar 130 tahun tersembunyi pada lantai bawah kapel Kastel Bečov. Merupakan benteng abad pertengahan Republik Ceko dekat perbatasan Jerman.
Peneliti menduga pemiliknya sengaja menyembunyikan koleksi langka itu menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Kini untuk pertama kalinya pihak terkait memamerkannya kepada publik setelah menjalani proses restorasi.
Penemuan tersebut menjadi perhatian karena seluruh botol masih berada dalam kondisi yang sangat baik. Bahkan telah tersimpan lebih dari satu abad.
Berdasarkan laporan Reuters pada 18 Juli, produksi seluruh botol antara 1892 hingga 1899. Para ahli meyakini ada kesengajaan untuk menyembunyikan koleksi tersebut menjelang berakhirnya Perang Dunia II.
Saat itu, pemerintah Cekoslaowakia menyita Kastel Bečov setelah keluarga pemiliknya, Beaufort-Spontin, dituduh sebagai simpatisan Nazi.
Kualitas Wine Terjaga
Kilang anggur ternama asal Prancis, Château d’Yquem yang melakukan restorasi terhadap ratusan botol wine tersebut. Tim restorasi bekerja dengan sangat hati-hati agar kondisi botol tetap sama seperti saat penemuan pertama kali.
Bahkan, tim sengaja mempertahankan lapisan debu yang menempel pada permukaan botol karena merupakan bagian dari nilai sejarah koleksi tersebut.
Master gudang anggur (cellar master) Château d’Yquem, Toni El Khawand, mengatakan kualitas wine tetap terjaga berkat kondisi ruang penyimpanan yang ideal selama lebih dari satu abad.
“Wine ini mendapat manfaat dari kondisi penyimpanan yang sangat baik,” ujarnya.
Menurut El Khawand, botol-botol tersebut tersimpan pada sebuah kapel bawah tanah berdinding tebal dengan tingkat kelembapan tinggi dan suhu yang stabil.
“Kelembapan dan suhunya tetap sangat stabil. Itu adalah kondisi yang sangat baik untuk menyimpan wine,” jelasnya.
Terungkap Berkat Pencarian Benda Rahasia
Keberadaan ruang penyimpanan rahasia itu sebenarnya baru diketahui pada 1985.
Saat itu, seorang pengusaha asal Amerika Serikat yang bekerja untuk keluarga Beaufort-Spontin mengajukan izin kepada pemerintah untuk mengambil sebuah benda yang tersembunyi dalam kastel.
Permintaan tersebut memicu pencarian oleh pihak berwenang hingga akhirnya menemukan ruang rahasia yang berisi 133 botol wine bersejarah.
Kemudian pada 2016, para ahli melakukan pengujian terhadap isi wine menggunakan perangkat Coravin, alat untuk mengambil cairan melalui jarum khusus tanpa membuka atau merusak sumbat gabus.
Metode tersebut memungkinkan peneliti memeriksa kualitas isi botol tanpa mengurangi nilai sejarah maupun keaslian koleksi.
Temuan itu menambah daftar artefak bersejarah yang berhasil bertahan selama lebih dari satu abad dan memberikan gambaran baru mengenai upaya penyelamatan benda-benda berharga dalam situasi perang. (bro2)

