BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Polda Kaltim memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Langkah tersebut dengan memperkuat pencegahan, deteksi dini, respons cepat, dan sinergi antarlembaga.
Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo mengatakan, kondisi kemarau berpotensi meningkatkan risiko kebakaran karena vegetasi dan hutan menjadi lebih kering. Karena itu, seluruh unsur terkait perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.
“Komitmen pertama adalah mengatasi ancaman kebakaran. Seperti kita ketahui bahwa musim kemarau akan terjadi pada Juni sampai dengan September,” kata Jossy usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Lapangan M. Jassin Brimob Polda Kaltim, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, potensi karhutla harus menjadi perhatian bersama. Penanganan tidak hanya mengandalkan respons ketika kebakaran terjadi, tetapi juga harus mengutamakan langkah pencegahan dan deteksi dini.
Strategi Polda Kaltim Hadapi Ancaman Karhutla
Adrianto menyebut terdapat empat langkah utama dalam menghadapi ancaman karhutla. Langkah tersebut meliputi pencegahan, deteksi dini dan respons cepat, sinergi antarlembaga, serta penegakan hukum secara cepat dan profesional.
“Keempat langkah utama, yang pertama perkuat pencegahan, perkuat deteksi dini dan respons yang tepat, perkuat sinergisitas antarinstansi, penegakan hukum yang cepat dan profesional,” tegasnya.
Ia berharap apel siaga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh personel dan instansi dalam mencegah karhutla di Kaltim.
“Semoga apel siaga ini menjadi titik awal,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Tedy Soepandi mengatakan, kepolisian telah menyiapkan personel khusus untuk mendukung upaya pencegahan karhutla. Personel tersebut tetap menjalankan tugas rutin karena telah mendapatkan surat perintah khusus.
“Masing-masing personel sudah menerima surat perintah sehingga kegiatan rutin tetap berjalan dan untuk kesiapsiagaan tetap terakomodir,” kata Tedy.
Personel Gabungan Siap Hadapi Karhutla
Menurut Tedy, sekitar sepertiga dari 6.000 personel gabungan saat ini masuk dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Termasuk alat utama penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Untuk sekarang ini sekitar sepertiga dari kekuatan yang ada,” ucapnya.
Ia menegaskan, personel khusus tersebut akan menjalankan fungsi pencegahan. Namun akan mengerahkan seluruh kekuatan personel jika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan lebih besar.
“Ada personel khusus untuk pencegahannya,” imbuh Tedy..
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada penindakan terhadap pihak yang sengaja membakar lahan karena belum ditemukan kejadian yang menimbulkan dampak.
“Untuk sementara ini belum. Belum ada karena belum terjadi dampak,” ujarnya.
Meski demikian, Polda Kaltim terus mengedepankan upaya pencegahan melalui imbauan kepada masyarakat. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama pada kawasan yang mudah terbakar.
“Kita tetap melalui imbauan-imbauan untuk tidak membuka lahan dengan membakar hutan maupun sembarangan membuang puntung rokok di tempat lahan yang mudah terbakar,” kata Tedy.
Selain Polda Kaltim, unsur dari TNI, Basarnas, BPBD Kaltim dan relawan mengikuti apel kesiapsiagaan tersebut. (bro2)


