KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Karhutla di Kaltim Tembus 196 Titik, 71 Kebakaran dalam 10 Hari

Karhutla di Kaltim Tembus 196 Titik, 71 Kebakaran dalam 10 Hari

Kebakaran hutan Bukit Soeharto, Jalan Soekarno-Hatta Km 37 Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara pada 6 Agustus 2026. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan peningkatan tajam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 196 titik karhutla di Kaltim sepanjang Januari hingga 10 Agustus 2026. Sebanyak 71 titik muncul hanya dalam 10 hari pertama Agustus.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyebut lonjakan tersebut menjadi sinyal meningkatnya risiko karhutla saat kondisi cuaca semakin kering.

“Yang kami himpun ini adalah data terjadinya kebakaran, sudah terjadi. Ada 196 titik dari mulai Januari sampai tanggal 10 Agustus, tetapi 71-nya itu ada dari tanggal 1 sampai 10. Jadi memang peningkatannya luar biasa,” kata Buyung, Selasa (11/8/2026).

71 Titik Karhutla di Kaltim Muncul dalam 10 Hari

BPBD Kaltim terus memantau perkembangan kebakaran bersama pemerintah kabupaten dan kota. Koordinasi lintas sektor juga terus berjalan untuk mempercepat penanganan ketika titik api muncul.

Meski jumlah kebakaran meningkat, belum ada pemerintah kabupaten maupun kota yang menetapkan status tanggap darurat. Seluruh wilayah Kaltim masih berada pada status siaga darurat.

Buyung menyebut empat wilayah menjadi perhatian utama karena memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi, yakni Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Barat (Kubar).

“Masih empat, ya. Paser, PPU, Kutim, dan Kubar. Walaupun ada peningkatan, karena data curah hujannya masih ada di sana, sedikit walau sedikit, kategorinya masih belum. Tapi yang jelas empat wilayah tadi memang yang kategorinya sudah rawan,” ujarnya.

BPBD Kaltim belum menyampaikan angka kumulatif luas lahan yang terbakar. Namun, Buyung menyebut sebagian besar kebakaran memiliki luasan relatif kecil.

“Yang jelas ada titiknya sekitar gitu. Tapi rata-rata tidak lebih dari lima hektare per kejadian. Ada yang dua, ada yang—karena kebanyakan dari kelalaian manusia semuanya,” katanya.

Agustus Mulai Kering, September Jadi Puncak

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan mengingatkan ancaman karhutla Kaltim meningkat seiring curah hujan menurun. Paser, PPU, Kutim, dan Kubar menjadi wilayah paling rawan. (Berandapost.com)

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan. (Berandapost.com)

Ancaman karhutla di Kaltim berpotensi semakin besar seiring penurunan curah hujan. Buyung mengatakan sebagian wilayah Kaltim mulai mengalami curah hujan di bawah normal pada Agustus.

“Pada bulan Agustus ini sudah setengah dari wilayah Kaltim itu akan kekurangan dengan tingkat hujan sangat di bawah normal,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperkirakan semakin berat pada September. Hampir seluruh wilayah Kaltim, kecuali sebagian kecil kawasan utara, berpotensi mengalami curah hujan rendah.

“Di bulan September itu titik puncaknya. Hampir seluruh Kaltim, kecuali sedikit di daerah utara, itu semuanya curah hujannya sangat rendah, di antara 0 sampai 20 milimeter saja curah hujannya,” pungkasnya.

Curah hujan yang rendah berpotensi memperbesar tingkat kekeringan sekaligus meningkatkan risiko karhutla. BPBD Kaltim pun memperluas sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. (bro2)