EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Serangga Penyerbuk Tanzania Dilepas, Tingkatkan Produktivitas Sawit

Serangga Penyerbuk Tanzania Dilepas, Tingkatkan Produktivitas Sawit

Serangga penyerbuk untuk meningkatkan produktivitas sawit dan dukung sistem berkelanjutan. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SIMALUNGUN – Pemerintah bersama pelaku industri melepas serangga penyerbuk asal Tanzania sebagai upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit Marihat.

Pelepasan berlangsung di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi berbasis sains untuk memperkuat sistem penyerbukan alami tanaman sawit.

Direktur Perbenihan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti mengatakan inovasi ini sebagai kelanjutan perjalanan panjang industri sawit nasional.

“Inovasi kecil bisa membawa dampak besar,” ujarnya, Kamis (9/4/2026) lalu.

Selama ini, perhatian publik lebih banyak tertuju pada luas lahan dan produksi. Padahal, proses biologis seperti penyerbukan memiliki peran krusial dalam pembentukan buah.

EL Nino dan Iduladha, TPID Balikpapan-PPU-Paser Atur Strategi Inflasi

Indonesia sebelumnya mengandalkan satu spesies utama, Elaeidobius kamerunicus, sejak 1980-an. Serangga ini menjadi tulang punggung penyerbukan sawit selama puluhan tahun.

Namun, perubahan lingkungan dan dinamika agroekosistem membuat efektivitasnya mulai menurun. Dampaknya, produktivitas kebun cenderung stagnan.

Menjawab kondisi tersebut, pemerintah mengintroduksi tiga spesies baru dari Tanzania. Ketiganya telah melalui uji karantina ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas.

Pengujian mencakup aspek kemurnian spesies, keamanan ekologis, hingga potensi kompetisi antar serangga. Hasilnya menunjukkan tingkat keamanan yang tinggi.

Langkah ini juga mendapat dukungan industri. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyebut pelepasan ini sebagai solusi atas penurunan kinerja penyerbuk lama.

Pemkab Paser Waspadai Lonjakan Harga BBM dan Pangan Jelang Iduladha

“Ini bagian dari upaya meningkatkan produktivitas melalui pengkayaan sumber daya genetis,” ujarnya.

Dengan tambahan spesies baru, sistem penyerbukan diharapkan lebih kuat dan adaptif. Hasil akhirnya bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga keberlanjutan industri sawit nasional. (bro2)