NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / Pelatihan Ecoprint IKN Agar UMKM Wastra Berdaya Saing

Pelatihan Ecoprint IKN Agar UMKM Wastra Berdaya Saing

Pelatihan ecoprint di IKN dorong UMKM wastra berbasis potensi lokal. Otorita IKN dan Bank Indonesia perkuat kapasitas masyarakat menuju ekonomi inklusif. (HO - Humas Otorita IKN)

BERANDAPOST.COM, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia menggencarkan upaya membangun ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satu langkah nyata hadir lewat pelatihan ecoprint bagi masyarakat kawasan delineasi IKN yang berlangsung 27-29 April 2026.

Peserta mendapat ruang belajar sekaligus praktik untuk meningkatkan kapasitas agar siap menghadapi transformasi ekonomi di Nusantara. Fokus utama adalah subsektor wastra sebagai identitas ekonomi kreatif daerah.

Pelatihan menghadirkan fasilitator dari Eco.J Ecoprint Yogyakarta, yakni Indra Suryanto dan Rubi Utami Varalin. Mereka mendampingi peserta mulai dari pengenalan bahan alami, teknik pewarnaan, hingga pengembangan desain produk bernilai jual.

Otorita IKN menegaskan pembangunan kawasan tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menilai inovasi masyarakat menjadi kunci dalam mendukung transformasi IKN menuju pusat pemerintahan pada 2028.

Menhaj Tinjau Asrama Haji Donohudan, Pastikan Layanan Prima

“Target IKN nantinya adalah zero kemiskinan. Kita sepakat bahwa kemiskinan dapat kita hilangkan melalui pengembangan SDM. Masyarakat harus mampu berinovasi dalam produk wastra agar memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Alimuddin, Rabu (29/4/2026).

Ia berharap pelatihan ini memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga sekitar kawasan IKN. “Saya berharap peserta memanfaatkan momentum ini dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia IKN, Aswin Gantina, menegaskan komitmen memperkuat UMKM melalui peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan. Pendekatan tersebut agar usaha masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Kami memperkuat kelembagaan dan kapasitas UMKM terlebih dahulu, kemudian menghubungkannya dengan akses pembiayaan agar usaha dapat berkembang berkelanjutan,” ujarnya.

Peserta Miliki Wawasan Baru

Dari sisi peserta, Siti Aisyah dari Kecamatan Samboja mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru dalam mengembangkan usaha berbasis wastra.

Tanam 700 Pohon, IKN Wujudkan Green Lifestyle Plaza Legislatif

“Terima kasih kepada Otorita IKN atas pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan kami. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar UMKM kami bisa berkembang,” ujarnya.

Peserta lain, Dewi Yulhermawati dari Kecamatan Sepaku, menilai pengalaman ini memberi peluang baru, khususnya bagi ibu rumah tangga untuk membangun usaha bersama.

“Ini pengalaman baru bagi kami, terutama ibu rumah tangga. Harapannya kegiatan ini berkelanjutan sehingga kami bisa membentuk usaha bersama tingkat kelurahan,” ungkapnya. (bro2)