BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Harapan baru mulai tumbuh bagi difabel Kota Balikpapan. Melalui program magang disabilitas, ruang kerja yang lebih inklusif perlahan mulai terbuka bagi kelompok yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses pekerjaan.
Program magang tersebut bukan sekadar memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun kemandirian para peserta.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, menegaskan bahwa semua kalangan harus mendapat kesempatan kerja tanpa diskriminasi.
“Magang ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga mendorong kemandirian. Kami ingin membangun lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka bagi semua,” kata Arfiansyah, Senin (11/5/2026).
Peserta program berasal dari LPK Al Jabar Balikpapan Timur. Selama satu bulan, mereka menjalani magang sebagai tenaga administrasi dalam lingkungan perangkat daerah bidang sosial tersebut.
Dari balik meja pelayanan dan tumpukan berkas administrasi, para peserta belajar mengenal ritme dunia kerja sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya.
Menurut Arfiansyah, difabel memiliki kemampuan yang dapat berkembang apabila memperoleh dukungan dan kesempatan yang setara.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih ramah dan terbuka agar mereka dapat berperan aktif dalam pembangunan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya,” imbuhnya.
Suasana haru juga terlihat saat sejumlah keluarga peserta turut mendampingi proses penerimaan magang. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membangun semangat peserta.
Berdasarkan data pihaknya, jumlah difabel pada 2026 mencapai lebih dari 2.300 orang. Pemerintah menilai mereka membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pelatihan keterampilan hingga akses terhadap pekerjaan layak.
Selain program magang disabilitas, Pemkot Balikpapan juga terus memperkuat layanan sosial bagi kelompok rentan lainnya, seperti lansia, orang terlantar, dan orang dengan gangguan jiwa. (bro2)

