EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Sumur Mature Masih Andal, Produksi Migas PHI Tembus Target

Sumur Mature Masih Andal, Produksi Migas PHI Tembus Target

Produksi migas PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melampaui target Triwulan I 2026 berkat inovasi teknologi dan optimalisasi sumur di Kalimantan. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat capaian yang melampaui target pada Triwulan I 2026. Realisasi tersebut meski menghadapi tantangan menjaga produksi lapangan migas tua Kalimantan.

Lewat inovasi teknologi dan optimalisasi sumur, perusahaan mampu menjaga laju produksi minyak dan gas bumi tetap tinggi. Sekaligus mempertahankan keselamatan kerja tanpa insiden fatal.

Hingga akhir Maret 2026, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya mencatat produksi minyak sebesar 60,44 ribu barel per hari (mbopd). Sedangkan produksi gas mencapai 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Capaian tersebut setara sekitar 120 persen untuk produksi minyak dan 105 persen untuk produksi gas dari target tahun ini.

Selain mencatat produksi positif, perusahaan juga membukukan kinerja keselamatan kerja dengan nihil fatalitas (zero fatality), 57,36 juta jam kerja selamat. Bahkan juga nihil Lost Time Incident (zero LTI).

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

Harga Pertamax Series Naik 10 Juni, Ini Rincian Terbarunya

“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas dalam mendukung pencapaian target produksi nasional dan ketahanan energi Indonesia,” kata Anto dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).

Inovasi Teknologi Jadi Kunci

Ia menjelaskan inovasi teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam mempertahankan produksi lapangan migas yang sudah mature atau tua.

“Penerapan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi. Sekaligus juga meningkatkan recovery rate, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature,” jelasnya.

PHI juga menjalankan berbagai program pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur guna meningkatkan produktivitas sekaligus memperpanjang usia lapangan migas.

Salah satu inovasinya adalah metode High Pour Point Oil (HPPO) Lapangan Handil milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Ada juga Lapangan Mutiara dan Pamaguan kelolaan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Aksi Nyata PLN UID Kaltimra Mengurangi 2,2 Ton Emisi Karbon

Teknologi tersebut untuk mengatasi karakter minyak dengan kandungan parafin tinggi yang mudah membeku pada temperatur operasi pipa. Melalui penggunaan pelarut khusus, aliran minyak tetap terjaga sehingga produksi berlangsung optimal.

Sumbangsih PHM, PHSS dan PHKT

Untuk Lapangan Tunu, PHM juga berhasil mengoptimalkan produksi sumur emulsi melalui inovasi teknologi tambahan. Sementara itu, PHSS menerapkan teknologi Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL) pada sumur workover Lapangan Louise, Samboja, dan Mutiara. Teknologi itu bekerja dengan menyuntikkan gas bertekanan ke dalam sumur agar minyak lebih mudah terangkat ke permukaan.

Hasilnya, produktivitas sumur meningkat dan mendukung pencapaian target produksi Triwulan I 2026.

Tambahan produksi minyak juga berasal dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui Lapangan Kerindingan, Lapangan Sapi, dan sumur sisipan baru lepas pantai Kalimantan Timur.

Upaya peningkatan produksi turut mendapat penguatan lewat Program Handil Rejuvenation, Lapangan Handil oleh PHM. Program tersebut berhasil meningkatkan produksi hingga lima persen ketimbang sebelum program berlangsung.

PHI Cegah Hilangnya Produksi Migas Rp480 Miliar per Tahun

Sementara itu, produksi gas terdongkrak setelah platform kedua dan ketiga Proyek Sisi Nubi AOI milik PHM mulai beroperasi pada akhir Februari dan Maret 2026.

Produksi gas juga mendapat dukungan dari kelancaran kegiatan well service Lapangan Tunu, workover sumur Lapangan Santan, serta Lapangan Nilam dan Mutiara. (bro2)