HUKUM
Beranda / HUKUM / Pria Belanda Selundupkan 1.190 Ekstasi Jerman ke Balikpapan

Pria Belanda Selundupkan 1.190 Ekstasi Jerman ke Balikpapan

Polda Kaltim mengungkap penyelundupan 1.190 butir ekstasi berlogo Rolex asal Jerman yang dikirim melalui jasa pos ke Balikpapan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim membongkar kasus penyelundupan narkotika jenis ekstasi yang melibatkan warga negara Belanda berinisial WF.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi Bea Cukai.

“Kemudian tim kami melakukan control delivery hingga akhirnya berhasil mengamankan dua orang pelaku,” kata Romy, Selasa (26/5/2026).

Dua orang tersebut masing-masing seorang perempuan dan seorang pria warga negara Belanda berinisial WF.

Romylus menjelaskan, paket ekstasi tersebut dikirim dari Jerman menggunakan jasa pengiriman pos dengan modus disamarkan di antara barang-barang lain.

Simpan 1 Kg Sabu Dalam Kemben, Warga Malaysia Ditangkap di Balikpapan

“Modusnya menutup ekstasi atau menjadikan satu dengan sampul, deodorant, sampo, dan bungkus kopi,” bebernya.

Saat mengamankan pelaku, petugas menemukan ekstasi yang tersembunyi dalam kemasan kopi. Berdasarkan hasil penyelidikan, perempuan yang mengambil paket tersebut merupakan anak angkat WF.

“Pelaku WF mengenal perempuan itu karena ibunya adalah tukang pijat langganannya, lalu WF menjadikan anak angkat dan memerintahnya untuk mengambil paket,” jelasnya.

Dari hasil pengungkapan, polisi menyita sebanyak 1.190 butir ekstasi warna kuning berlogo Rolex. Selain itu, petugas juga mengamankan buku tabungan, kartu ATM, paspor Belanda, kotak gandum, deodorant, sampo, dua bungkus kopi, dan tangkapan layar percakapan para pelaku.

Romy mengungkapkan barang bukti ekstasi tersebut memiliki kandungan zat aktif lebih kuat ketimbang ekstasi yang biasa beredar. “Kandungannya 54 persen lebih kuat,” ucapnya.

Perempuan Muda Kurir Sabu Ditangkap dalam Warung di Berau

Penyidik menduga pelaku akan meracik ulang ribuan butir ekstasi tersebut sebelum mengedarkannya.

“Dari fakta ini kami juga menduga WF akan memproses ulang ekstasi,” tukasnya. (bro2)