EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Ekspor Balikpapan Melonjak 48,21 Persen, Neraca Perdagangan Defisit

Ekspor Balikpapan Melonjak 48,21 Persen, Neraca Perdagangan Defisit

Ekspor Balikpapan melonjak 48,21 persen pada April 2026 menjadi US$569,13 juta. Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor terbesar kota ini. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Aktivitas perdagangan luar negeri atau ekspor Balikpapan menunjukkan geliat kuat sepanjang April 2026. Lonjakan ekspor yang mencapai hampir setengah dari capaian bulan sebelumnya menjadi sinyal positif bagi sektor industri pengolahan dan pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat nilai ekspor melalui pelabuhan setempat mencapai US$569,13 juta pada April 2026. Capaian tersebut tumbuh 48,21 persen dari Maret 2026 yang sebesar US$383,99 juta. Secara tahunan, nilai ekspor juga meningkat 61,60 persen ketimbang April 2025.

Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, mengatakan peningkatan ekspor terjadi berkat membaiknya kinerja sektor migas maupun nonmigas. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$242,20 juta.

“Nilai ekspor April 2026 mencapai US$569,13 juta atau naik 48,21 persen dari bulan sebelumnya,” kata Marinda, Senin (22/6/2026).

Selain industri pengolahan, sektor pertambangan turut memberi kontribusi besar dengan nilai ekspor Balikpapan sebesar US$225,82 juta. Sementara itu, komoditas migas mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 119,89 persen.

PLN Peduli, 11 Siswa Berprestasi di Balikpapan Dapat Beasiswa

Kondisi tersebut menegaskan bahwa industri pengolahan dan pertambangan masih menjadi tulang punggung perdagangan internasional Balikpapan.

Nilai Ekspor ke Tiongkok

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar terbesar bagi produk ekspor Balikpapan. Nilai ekspor menuju negara tersebut mencapai US$186,81 juta atau menyumbang 32,82 persen terhadap total ekspor. Filipina berada pada urutan berikutnya dengan nilai US$95,29 juta, sedangkan Malaysia mencapai US$64,10 juta.

Pertumbuhan ekspor bulanan paling mencolok tercatat pada pasar Korea Selatan yang meningkat US$25,48 juta atau 2.311,67 persen. Kenaikan signifikan juga terjadi pada ekspor ke India sebesar US$24,61 juta dan Singapura sebesar US$22,53 juta.

Sementara itu, aktivitas impor melalui pelabuhan Balikpapan turut menunjukkan peningkatan. Sepanjang April 2026, nilai impor mencapai US$741,25 juta atau naik 27,40 persen.

“Jika membandingkannya dengan April tahun lalu, impor melonjak hingga 134,36 persen,” ungkapnya.

PLN Sinkronkan Data PPKH, Akselerasi Transmisi Listrik Kalimantan

Lonjakan impor terutama karena masuknya minyak mentah dengan nilai mencapai US$548,30 juta. Komoditas tersebut menjadi penyumbang terbesar dalam struktur impor Balikpapan.

Nigeria tercatat sebagai negara asal impor terbesar dengan nilai US$160,01 juta atau setara 21,59 persen dari total impor. Posisi berikutnya adalah Brazil dengan nilai US$97,11 juta dan Guyana sebesar US$96,78 juta.

Neraca Perdagangan Defisit

Meski ekspor tumbuh signifikan, neraca perdagangan Balikpapan pada April 2026 masih mengalami defisit sebesar US$172,12 juta. Kendati demikian, angka tersebut membaik ketimbang Maret 2026 yang mencatat defisit US$197,85 juta.

BPS mencatat sektor nonmigas masih menghasilkan surplus sebesar US$405,03 juta. Namun, surplus itu belum mampu menutupi defisit sektor migas yang mencapai US$577,15 juta.

Tingginya kebutuhan impor minyak mentah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi neraca perdagangan Balikpapan. Meski demikian, pertumbuhan ekspor dari sektor industri pengolahan dan pertambangan menunjukkan daya saing produk daerah tetap terjaga dan menjadi motor penggerak perdagangan internasional sepanjang 2026. (bro2)

Lahirnya Motif Batik Khas Nusantara dari Perajin Wastra IKN