BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Suasana pelayanan kelurahan kini tak hanya soal KTP dan kartu keluarga. Petugas juga aktif membantu warga mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Percepatan aktivasi IKD agar akses administrasi makin praktis dan aman.
Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, menegaskan inovasi layanan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Tahun ini kami memperluas layanan tingkat kelurahan melalui aktivasi IKD. Ke depan, setiap penduduk sangat kami anjurkan memiliki IKD karena dari sisi keamanan sangat terjamin. Satu penduduk hanya memiliki satu IKD yang terhubung dengan satu telepon genggam,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Saat ini layanan aktivasi telah menjangkau 34 kelurahan. Pada tahap awal, 21 kelurahan lebih dulu memiliki perangkat. Sebanyak 13 kelurahan lain akan menyusul lewat anggaran perubahan.
Petugas tidak membatasi warga sesuai domisili kelurahan. Siapa pun bisa mengurus aktivasi pada kelurahan yang telah memiliki perangkat. Layanan juga tersedia pada kantor Disdukcapil dan kecamatan.
Tirta mengingatkan warga agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan IKD.
“Untuk IKD, tidak ada komunikasi lewat telepon atau WhatsApp. Masyarakat harus datang ke tempat pelayanan atau petugas kami yang datang ke lokasi untuk aktivasi,” tegasnya.
Ia juga menyebut perluasan ini sekaligus menjawab target nasional. Pemerintah pusat menargetkan 30 persen penduduk aktifkan IKD. Saat ini capaian Balikpapan masih 8,5 persen.
Setiap kelurahan targetnya melayani sedikitnya 30 warga per hari. Dengan ritme itu, ratusan warga bisa aktifkan IKD setiap pekan.
Selain itu bagi Pemkot, IKD bukan sekadar aplikasi. Sistem ini menjadi fondasi layanan publik berbasis digital yang lebih aman dan efisien.
“Kami berharap dengan penempatan alat pada setiap kelurahan, target 30 persen oleh pemerintah pusat dapat tercapai pada 2026,” pungkas Tirta. (bro2)


