BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperketat pengamanan fasilitas publik dan gedung-gedung vital sepanjang Ramadan 1447 Hijriah. Selain mengawasi aset daerah, petugas juga fokus menghalau gangguan ketertiban dari badut jalanan yang mulai meresahkan warga di titik keramaian.
Personel Satpol PP kini memperluas jangkauan patroli mulai dari gedung pemerintahan hingga pusat perbelanjaan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP PPU, Ali Sapada Tubo, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan lokasi yang rawan konflik dan sering menjadi sasaran keluhan warga.
“Kamtibmas tetap menjadi prioritas. Baru-baru ini kami menerima laporan bahwa pengunjung Pasar Ramadan Petung mengeluhkan keberadaan pengamen. Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti,” ujar Ali, Senin (2/3/2026).
Tim Unit Reaksi Cepat melakukan penyisiran intensif pada sore hari ke beberapa wilayah strategis, antara lain, gedung dan fasilitas Umum wilayah Penajam. Kawasan Silkar dan Pantai Nipah-Nipah. Begitu juga kawasan Kecamatan Sepaku dan sejumlah lokasi hiburan malam.
TERTIBKAN BADUT DAN PENGAMEN SECARA HUMANIS
Selain menjaga fisik gedung, petugas menyisir keberadaan badut jalanan dan pengamen yang mengganggu kenyamanan warga saat beribadah atau berbelanja kebutuhan berbuka. Satpol PP mengerahkan satu regu beranggotakan 12 hingga 13 personel untuk setiap operasi penyisiran.
Ali menegaskan bahwa petugas mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani para penyaji hiburan jalanan tersebut.
“Mereka kami data, berikan pembinaan, bahkan ada yang kami antar pulang untuk mendapat edukasi kepada keluarganya. Meski masih ada yang mengulang, secara volume jumlahnya sudah jauh berkurang,” jelas Ali.
SIAGA RESPONS ADUAN WARGA
Satpol PP PPU terus memantau pergerakan oknum yang melanggar aturan secara berulang. Ali memastikan bahwa seluruh personel di bawah komando Komandan Regu (Danru) masing-masing tetap siaga merespons aduan masyarakat demi menjamin kenyamanan selama bulan suci.
“Setiap laporan, baik dari masyarakat maupun petugas lapangan, menjadi dasar tindakan kami. Kita semua tentunya ingin menjaga kekhusyukan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa Ramadan,” imbuhnya.



