BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Ketegangan geopolitik Timur Tengah terus meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pemerintah Iran menegaskan akan mempertahankan kedaulatan negaranya sekaligus tetap membuka ruang bagi perdamaian.
Melansir Detikcom, Minggu (8/3/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan sikap tersebut saat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian mengutuk serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang terjadi sejak 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan memicu eskalasi konflik kawasan.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat dalam kawasan Timur Tengah.
Pezeshkian menyebut kematian Khamenei sebagai pembunuhan yang melanggar hukum internasional. Ia juga mengecam tindakan yang tersebut sebagai upaya memaksakan kehendak kepada bangsa lain melalui kekuatan militer.
“Para penindas, menggunakan kekuatan buta dan sembrono, mencoba memaksakan kehendak mereka pada bangsa-bangsa,” ujar Pezeshkian seperti dikutip media Iran.
Menurutnya, serangan tersebut justru memperkuat tekad rakyat Iran untuk mempertahankan negara. Ia juga menilai pernyataan Israel yang menyangkal rencana menyerang Iran tidak sesuai dengan kenyataan.
“Sekarang jelas bagi semua orang bahwa tipu daya dan kebencian adalah sifat mereka,” katanya.
Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian juga meminta Rusia menggunakan pengaruh internasionalnya untuk mendukung hak Iran menghadapi agresi militer.
Ia bahkan menegaskan bahwa serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat sebagai langkah defensif. Langkah itu, katanya, bertujuan melindungi wilayah dan rakyat Iran dari ancaman.
“Republik Islam Iran tidak pernah bermaksud menyerang negara tetangga. Jalan kami adalah pertahanan kuat atas integritas wilayah dan perdamaian abadi,” ujarnya.
Putin Sampaikan Solidaritas
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam percakapan tersebut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Khamenei. Ia juga menyatakan solidaritas kepada Iran serta menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Putin juga menyebut Rusia terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia guna mendorong stabilitas regional.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat koordinasi diplomatik dan keamanan antara Teheran dan Moskow melalui berbagai saluran komunikasi. (bro2)




