PASER
Beranda / DAERAH / PASER / Paser Tajamkan Program Kendali Inflasi dan Ketahanan Pangan

Paser Tajamkan Program Kendali Inflasi dan Ketahanan Pangan

Program pengembangan peternakan ayam petelur menjadi salah satu upaya Pemkab Paser untuk mengendalikan inflasi. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menajamkan strategi pengendalian inflasi pada 2026. Fokus utama mengarah pada penguatan ketahanan pangan lokal agar pasokan tetap stabil dan harga komoditas terkendali.

Wakil Bupati Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari, meminta seluruh perangkat daerah memperkuat program yang berkaitan dengan produksi pangan daerah.

Ia menilai kemandirian pangan menjadi kunci agar daerah tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

“Saya meminta seluruh perangkat daerah menajamkan anggaran yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan lokal sehingga kita lebih mandiri,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Program Ayam Petelur Tekan Inflasi

Salah satu langkah yang Pemkab Paser jalankan ialah program Paser Beraksi atau Beternak Ayam Atasi Gejolak Inflasi.

Ekonomi Paser Mulai Lepas dari Ketergantungan Tambang

Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas telur ayam ras yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.

Konsumsi telur ayam ras warga Paser mencapai sekitar 2.268 ton per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 309.447 jiwa.

Produksi telur lokal meningkat signifikan hingga 2.328 ton. Angka tersebut naik sekitar 96 persen daripada produksi pada 2024 yang hanya sekitar 88 ton.

Pemerintah daerah juga memperkuat kerja sama antarwilayah guna menjaga kelancaran pasokan.

Kolaborasi terjalin antara Perumda Prima Jaya Taka Paser dan Perumda Manuntung Sukses. Sepanjang 2025 kerja sama tersebut menghasilkan distribusi sekitar 3.000 butir telur ayam ras.

Proyeksi Ekonomi Paser Usai Kurangi Ketergantungan Tambang

Pengembangan peternakan ayam petelur Paser bahkan mendapat perhatian tingkat nasional.

Kabupaten Paser terpilih sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan peternakan ayam petelur skala besar yang dikelola Danantara.

Selain itu, Paser juga masuk dalam enam wilayah nasional pada Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Program tersebut memulai pembangunan melalui kegiatan groundbreaking pada 6 Februari 2026 lalu yang berlokasi Desa Suatang.

Surplus Beras dan Penguatan Infrastruktur

Sektor pertanian Paser juga menunjukkan kinerja positif. Produksi beras pada 2025 mencapai sekitar 39.350 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 26.766 ton. Kondisi tersebut menghasilkan surplus sekitar 12.584 ton.

Data Perum Bulog mencatat penyerapan gabah Paser sepanjang 2025 mencapai 1.824.309 kilogram.

Gubernur Kaltim Serahkan THR untuk Korban Kebakaran Muara Adang Paser

Ke depan, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan gabah berupa dryer atau pengering gabah serta Rice Milling Unit (RMU).

“Fasilitas ini harapannya mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian lokal.” ujar Ikhwan.

Ikhwan juga memastikan stok pangan selama Ramadan hingga Idulfitri tetap aman.

“Pasokan pangan di Bulog selama Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Digitalisasi Ekonomi Daerah

Selain penguatan sektor pangan, Pemkab Paser juga mempercepat digitalisasi ekonomi daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

Salah satu langkah konkret ialah mendorong penggunaan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hingga akhir Februari 2026 tercatat sekitar 829 pelaku usaha telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai.

Menurut Ikhwan, digitalisasi transaksi menjadi langkah penting guna meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus mendukung sistem pembayaran nasional. (bro2)