BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Penajam sejak Senin pagi (9/3/2026), memicu luapan air dalam area RSUD Ratu Aji Putri Botung. Genangan air setinggi 5 hingga 10 sentimeter merendam halaman depan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), M Sukadi Kuncoro, menjelaskan bahwa air mulai meluap sekitar pukul 09.00 WITA. Luapan ini menyasar beberapa titik vital lingkungan rumah sakit. Mulai dari area Instalasi Gawat Darurat (IGD), Laboratorium, Ruang Rawat Jalan, hingga area depan kantor manajemen.
“Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kelurahan Nipah-Nipah sejak pukul 07.30 hingga 09.00 WITA. Kondisi ini menyebabkan saluran air tersumbat sehingga air meluap dan berdampak langsung pada sektor-sektor utama RSUD,” ujar Kuncoro.
Begitu menerima laporan pada pukul 10.55 WITA, Kuncoro langsung menerjunkan tim Pusdalops BPBD ke lokasi kejadian. Menggunakan satu unit mobil operasional, personel BPBD segera melakukan pendataan dan identifikasi seluruh area terdampak.
CARI SOLUSI TEKNIS
Tim juga menjalin koordinasi intensif dengan Bagian Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mencari solusi teknis terkait sumbatan air tersebut.
Meskipun halaman rumah sakit sempat tergenang, Kuncoro memastikan bahwa air tidak sampai masuk ke dalam ruangan.
“Kondisi terkini menunjukkan tren surut yang signifikan. Saat ini, tinggi muka air dalam ruangan berada pada posisi nol sentimeter,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Kuncoro merekomendasikan pemerintah daerah untuk segera melakukan pembersihan saluran air pada parit induk. Ia juga menekankan perlunya pelebaran dan penataan kembali saluran yang saat ini kondisinya mulai runtuh dan mengecil guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Sebelumnya, BMKG memang telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dengan kilat dan angin kencang untuk wilayah Penajam, Waru, dan Babulu sejak dini hari,” ucapnya. (bro2)



