BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menjadikan peringatan HUT ke-24 Kabupaten PPU sebagai momentum evaluasi. Dalam upacara peringatan yang berlangsung dalam Halaman Kantor Bupati pada Rabu (11/3/2026), Mudyat menegaskan komitmennya untuk memacu pembangunan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Mudyat mengakui bahwa satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Abdul Waris Muin, masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Ia menyoroti tantangan fiskal yang sempat membatasi ruang gerak pemerintah daerah dalam mengeksekusi program kerja.
“Memang masih banyak tantangan dan persoalan yang belum bisa kita selesaikan sepenuhnya sesuai visi dan misi. Namun dengan kondisi yang ada, kami tetap menjalankan program prioritas,” ujar Mudyat, usai memimpin upacara.
Ia menyebut, pemerintah daerah saat ini terus menggenjot sektor pelayanan dasar. Mudyat memastikan program Kartu Belajar Cerdas (KPC) tetap berjalan untuk menjamin akses pendidikan. Sektor kesehatan, pemerintah daerah sedang berupaya menaikkan status fasilitas kesehatan serta meningkatkan kualitas layanan bagi warga.
Selain itu, Mudyat mengumumkan rencana besar sektor sanitasi dan penyediaan air bersih. Ia tengah menyiapkan skema keringanan biaya, bahkan layanan air bersih gratis bagi kategori masyarakat tertentu di PPU.
INFRASTRUKTUR DAN TARGET TAPAL BATAS
Untuk mempercepat pembangunan fisik, Mudyat kini aktif melobi pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan anggaran APBN. Langkah ini ia ambil untuk mempercepat proyek infrastruktur daerah dan pembangunan sekolah terintegrasi.
Namun, satu hal yang menjadi perhatian serius Mudyat adalah penyelesaian sengketa wilayah. Ia mematok target tinggi agar urusan perbatasan ini tuntas pada tahun 2026 demi kelancaran rencana pemekaran wilayah PPU, masa depan.
“Kalau tapal batas itu targetnya harus selesai. Kalau tidak selesai, tidak akan terjadi pemekaran,” tegas Mudyat.
Menurutnya, hal ini terkait dengan batas wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga batas wilayah PPU harus sudah kelar.
Mudyat optimistis, PPU semakin dewasa dan mandiri secara fiskal saat usia ke-24 tahun ini. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk memperkuat kapasitas daerah.
“Ini demi keberlanjutan program pembangunan bagi seluruh masyarakat,” imbuhnya. (bro3)



