PPU
Beranda / DAERAH / PPU / Sampel MBG Berkuman, Sanitasi SPPG Waru Perlu Perbaikan

Sampel MBG Berkuman, Sanitasi SPPG Waru Perlu Perbaikan

Sejumlah murid SD 008 Waru, saat mendapat penanganan medis di Puskesmas. (BerandaPost.com)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merilis hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa murid SD 008 Waru.

Kepala Dinas Kesehatan PPU, dr Jansje Grace Makisurat, mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan laboratorium dari Kota Samarinda, menunjukkan adanya cemaran kuman pada sampel makanan.

“Kami menemukan kuman pada dua sampel, yakni puding dan jenis makanan lainnya,” ujar Grace, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kuman tersebut kemungkinan besar mencemari makanan karena proses penyimpanan yang terlalu lama terbuka tanpa penutup yang memadai. Menurutnya, kondisi udara yang tidak steril memudahkan kuman masuk ke dalam makanan.

EVALUASI STANDAR PELAYANAN GIZI

Menyikapi temuan ini, pihaknya langsung mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memberikan pembinaan. Grace menegaskan bahwa pihaknya belum memberikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada pengelola karena masih menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional.

HUT ke-24 PPU, Ketua DPRD Soroti Transformasi Gerbang Nusantara

“Kami mewajibkan mereka memperbaiki sistem pengolahan sampah dan limbah cair. Pengelola harus menjalankan seluruh rekomendasi kami sebelum bisa beroperasi secara penuh kembali,” tegasnya.

Saat ini, SPPG tersebut masih menutup aktivitas produksinya. Grace menyebutkan bahwa pembukaan kembali layanan merupakan wewenang Badan Gizi Nasional. Namun, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana lokasi tersebut.

SELURUH KORBAN SUDAH SEMBUH

Terkait kondisi para murid, Grace memastikan seluruh korban telah sembuh. Meskipun gejala yang muncul bervariasi, mulai dari muntah, diare, hingga sesak napas bagi anak yang memiliki riwayat asma. Saat itu, kata Grace, seluruh siswa telah kembali ke rumah masing-masing pada hari kejadian.

Pada sisi lain, Grace mengingatkan pihak SPPG dan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN untuk segera melakukan pendekatan kepada para orangtua siswa. Ia menilai langkah ini sangat krusial untuk memulihkan trauma dan kepercayaan wali murid terhadap program MBG.

“Saya menyarankan mereka melakukan pendekatan langsung kepada orang tua, bukan hanya kepada guru. Pihak pengelola harus meyakinkan orang tua bahwa kejadian ini tidak akan terulang lagi,” tambah Grace. (bro3)

HUT ke-24 PPU, Bupati Target Tuntaskan Air Bersih Gratis