INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / Linjam Siaga 24 Jam Lindungi Jemaah Haji di Madinah

Linjam Siaga 24 Jam Lindungi Jemaah Haji di Madinah

Linjam Madinah siagakan 60 personel untuk lindungi jemaah haji Indonesia. Pengamanan Masjid Nabawi berlangsung 24 jam penuh. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, MADINAH – Saat padatnya aktivitas ibadah, rasa aman menjadi kebutuhan utama bagi jemaah haji. Untuk itu, Seksi Layanan Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja Madinah memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan optimal selama musim haji 2026.

Sebanyak 60 personel siaga pada berbagai titik strategis, mulai dari kantor Daerah Kerja hingga sektor pemondokan dan kawasan Masjid Nabawi.

Kepala Seksi Linjam Daker Madinah, Ali Nurohim, menegaskan seluruh personel telah siap untuk memberikan perlindungan maksimal kepada jemaah Indonesia.

“Total ada 60 personel Linjam yang kami tempatkan pada Kantor Daker, sektor-sektor, dan Seksus,” ujarnya, Selasa (21/04).

Petugas sektor bertugas langsung di hotel-hotel jemaah. Kehadiran mereka agar memberi rasa tenang selama menjalankan ibadah.

AS Blokade Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Memanas

“Tujuan utama kami adalah memastikan jemaah merasa tenang dan yakin bahwa mereka mendapat perlindungan selama beribadah,” jelasnya.

Peran Linjam tidak hanya pada aspek keamanan. Berbagai persoalan teknis juga menjadi perhatian, termasuk penanganan koper tertukar atau hilang.

“Termasuk jika ada koper yang tertukar, Linjam akan membantu mencarikan dan menyelesaikan,” tambah Ali.

Pengamanan mobilitas juga mendapat penguatan, terutama perjalanan jemaah dari hotel menuju Masjid Nabawi. Sebanyak 32 personel dalam kawasan masjid. Ada juga lima pos yang tersebar pada pintu-pintu strategis dan area Raudhah.

“Untuk Masjid Nabawi terdapat lima pos yang siaga 24 jam penuh untuk melayani dan melindungi jemaah,” ungkapnya.

Gencatan Senjata Rapuh, AS Tuding Proposal Iran Pakai ChatGPT

Ali juga mengingatkan jemaah agar tidak berangkat sendiri saat menuju masjid. Sistem berpasangan atau kelompok kecil lebih aman untuk menghindari terpisah dari rombongan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kartu identitas jemaah. “Jangan sampai kartu Nusuk hilang atau tertinggal, karena itu penting untuk kelancaran ibadah,” tegasnya. (bro2)