BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Kementerian Haji (Kemenhaj) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan haji. Salah satunya melalui peluncuran aplikasi digital Kawal haji yang memungkinkan jemaah menyampaikan keluhan secara cepat dan terpantau.
Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenhaj menghadirkan Kawal Haji sebagai platform pengaduan berbasis digital.
Calon jemaah dapat mengakses aplikasi Kawal Haji melalui laman kawal.haji.go.id. Pengguna, baik jemaah maupun petugas, dapat melaporkan berbagai kendala secara langsung, lengkap dengan lokasi dan bukti pendukung.
Kepala Pusdatin, Farosa, menegaskan aplikasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan.
“Aplikasi Kawal Haji kami hadirkan sebagai sarana pengaduan yang transparan dan responsif. Jemaah maupun petugas dapat langsung melaporkan kejadian secara real time, lengkap dengan lokasi dan bukti pendukung,” kata Farosa, Rabu (22/4/2026).
Melalui sistem ini, pengguna dapat memilih kategori laporan, menuliskan deskripsi, menentukan titik lokasi pada peta, serta mengunggah hingga lima foto. Proses pelaporan cukup sederhana agar jemaah maupun petugas mudah menggunakannya dalam berbagai kondisi.
Tak hanya itu, fitur pencarian memungkinkan pengguna melihat laporan lain berdasarkan kategori tertentu. Bagi petugas, pencarian dapat disaring lebih spesifik, seperti berdasarkan status laporan, embarkasi, hingga kelompok terbang (kloter).
Fitur riwayat pengaduan juga menjadi keunggulan. Pengguna dapat memantau perkembangan laporan serta melihat tanggapan dari pihak terkait.
“Kami ingin memastikan setiap laporan tidak hanya tercatat, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut. Melalui fitur riwayat dan tanggapan, pengguna dapat memantau sejauh mana penanganan pengaduan berjalan,” jelas Farosa.
Kemudahan akses menjadi nilai tambah. Aplikasi dapat terpasang langsung melalui browser tanpa perlu mengunduh dari toko aplikasi, cukup dengan fitur “Add to Home Screen”.
Dengan hadirnya Kawal Haji, pemerintah berharap sistem pengawasan layanan haji menjadi lebih efektif, transparan, dan partisipatif.
“Kami mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk memanfaatkan aplikasi ini secara aktif. Partisipasi semua pihak sangat penting dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik,” pungkasnya. (bro2)

