BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Anggaran bukan sekadar angka. Dari balik lembar APBD Balikpapan, tersimpan arah pembangunan dan harapan warga. Pemerintah Kota Balikpapan mencoba menjaga keseimbangan itu, saat berbagai opini muncul dalam ruang publik.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan penyusunan APBD Balikpapan berangkat dari kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar daftar keinginan yang tersusun tanpa arah.
“Prinsipnya, anggaran yang tersusun adalah sesuai kebutuhan masyarakat. Semua sudah melalui pembahasan bersama DPRD dan nanti pengesahan menjadi peraturan daerah,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Proses panjang mengiringi setiap rencana anggaran. Pembahasan berlangsung bersama DPRD, lalu berujung pada penetapan melalui peraturan daerah. Setiap tahapan memiliki mekanisme jelas dan terukur.
Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, keterbukaan menjadi kunci menjaga kepercayaan. Dokumen anggaran terbuka untuk publik. Media dan masyarakat dapat menelaah isi kebijakan secara langsung.
“Kami terbuka. Silakan media melihat langsung isi anggaran tersebut. Karena saat ini kita sudah masuk dalam era keterbukaan informasi,” katanya.
Bagus menempatkan perannya pada arah kebijakan. Sementara penjelasan teknis berada pada Sekretaris Daerah dan perangkat daerah terkait. Pembagian peran ini menjaga fokus kerja tetap berjalan efektif.
Ia juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam menyampaikan informasi. Kabar yang tidak utuh bahkan berpotensi memicu salah tafsir.
“Kami ingin menghindari adanya informasi yang tidak tepat. Karena itu penting bagi kita semua untuk menyampaikan hal yang sesuai fakta,” tegasnya.
APBD Balikpapan, bagi pemerintah kota, menjadi alat utama agar mendorong kesejahteraan masyarakat. Program ekonomi, layanan publik, hingga pembangunan infrastruktur dirancang agar memberi dampak nyata.
“Kami ingin APBD ini benar-benar untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan juga menjaga kemakmuran warga Balikpapan,” pungkasnya. (bro2)

