BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat komitmennya menjaga lingkungan kerja yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Salah satunya dengan pemeriksaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) yang melibatkan seluruh unsur pekerja lingkungan perusahaan.
Pemeriksaan tersebut berlangsung pada Senin (8/6/2026) dan menjadi bagian dari implementasi Kebijakan Pencegahan Penyalahgunaan Alkohol, Obat-obatan Terlarang, serta Pengelolaan HIV/AIDS di Tempat Kerja.
Sebanyak 504 peserta mengikuti pemeriksaan NAPZA. Mereka terdiri atas jajaran manajemen, pekerja staf, hingga tenaga kerja pendukung operasional.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan. Pemeriksaan menggunakan sampel urine dengan tujuh parameter pengujian sesuai prosedur yang berlaku.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pemeriksaan NAPZA merupakan langkah preventif untuk menjaga integritas pekerja. Termasuk juga memitigasi risiko operasional yang dapat muncul akibat penyalahgunaan zat adiktif.
“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional Pertamina Patra Niaga. Melalui pemeriksaan NAPZA secara berkala, kami ingin memastikan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika maupun zat adiktif lainnya. Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional sekaligus melindungi seluruh pekerja dan masyarakat,” kata Edi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya melalui pemeriksaan berkala. “Bahkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen perusahaan untuk membangun budaya kerja yang sehat dan berintegritas,” jelasnya.
Tes Narkoba Libatkan BNN
Karena itu, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat berbagai program edukasi, sosialisasi, dan pengawasan sebagai bagian dari implementasi budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
“Budaya kerja yang sehat dan berintegritas menjadi fondasi penting dalam mendukung kinerja perusahaan,” tambahnya.
Edi bahkan menambahkan, apabila dalam pemeriksaan menemukan hasil reaktif atau indikasi positif, peserta akan menjalani asesmen lanjutan bersama konselor BNN. Tahapan itu juga bertujuan memperoleh pendalaman terhadap hasil pemeriksaan awal.
Selanjutnya ada proses uji konfirmasi menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk memastikan adanya penyalahgunaan NAPZA secara ilmiah dan akurat. (bro2)

