BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Kapasitas Waduk Manggar Susut 1 Juta Meter Kubik

Kapasitas Waduk Manggar Susut 1 Juta Meter Kubik

Kapasitas Waduk Manggar menyusut lebih dari 1 juta meter kubik akibat sedimentasi. Pemkot Balikpapan siapkan langkah normalisasi untuk menjaga pasokan air. (HO - PTMB)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Air yang mengalir ke rumah-rumah warga Balikpapan sebagian besar berasal dari satu sumber utama, yakni Waduk Manggar. Namun, dari perannya sebagai penopang kebutuhan air bersih kota, waduk tersebut kini menghadapi ancaman serius. Sedimentasi terus menggerus kapasitas tampungannya dari tahun ke tahun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan karena Waduk Manggar memasok hampir 90 persen kebutuhan air baku masyarakat. Jika sedimentasi terus berlangsung tanpa penanganan optimal, kapasitas penyimpanan air bakal semakin berkurang. Alhasil berpotensi memengaruhi ketahanan air kota pada masa mendatang.

Data hasil pengukuran bathimetri menunjukkan volume tampungan Waduk Manggar terus mengalami penyusutan. Pada 2015, volume kumulatif waduk tercatat sebesar 16,28 juta meter kubik. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada 2023, kapasitas tersebut turun menjadi 15,24 juta meter kubik atau berkurang lebih dari 1 juta meter kubik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Rita, menegaskan Waduk Manggar merupakan sumber utama air baku bagi masyarakat.

“Penurunan volume tampungan ini menjadi perhatian serius pemerintah karena Waduk Manggar merupakan sumber utama air baku Kota Balikpapan,” ujarnya.

Fire Fighting Skill Challenge Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Kompetitif

Menurut Rita, laju sedimentasi dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup tinggi. Pada periode 2021 hingga 2023, volume tampungan waduk menyusut sekitar 668.999,70 meter kubik. Berdasarkan hasil analisis, potensi sedimentasi Waduk Manggar mencapai 66.569,42 meter kubik setiap tahun.

Saat ini, kapasitas tampungan normal Waduk Manggar berada pada angka 15,24 juta meter kubik. Dari jumlah tersebut, tampungan mati tercatat sebesar 2,72 juta meter kubik, sedangkan tampungan efektif sekitar 12,5 juta meter kubik.

Rita menjelaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan besar saat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih yang andal. Keberadaan waduk juga sangat penting sebagai cadangan air baku saat musim kemarau panjang maupun ketika fenomena El Nino terjadi.

BWS Kendalikan Sedimen

Upaya pengendalian sedimentasi sebenarnya telah berjalan melalui normalisasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Pada 2023, volume pengerukan sedimen mencapai 8.463 meter kubik. Angka tersebut meningkat menjadi 17.420 meter kubik pada 2024 dan 12.115,14 meter kubik pada 2025.

“Namun, kegiatan pengerukan tidak dapat terlaksana pada 2026 akibat keterbatasan dan efisiensi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkapnya.

Balikpapan Timur Lebih Cocok SPBU Pertalite Ketimbang Solar

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan bersama BWS Kalimantan IV tengah menyiapkan langkah lanjutan guna mempercepat normalisasi Waduk Manggar. Pelaksanaan pengerukan nantinya mengacu pada hasil pengukuran bathimetri, rekomendasi teknis, serta desain oleh BWS Kalimantan IV.

Rita mengatakan tahapan awal berupa pengukuran ulang bathimetri guna mengetahui kondisi sedimentasi terkini sekaligus menentukan lokasi yang menjadi prioritas pengerukan.

“Karena Waduk Manggar masih menjadi kewenangan BWS Kalimantan IV, seluruh pelaksanaan tetap mengacu pada rekomendasi dan spesifikasi teknis,” jelasnya.

Selain menunggu hasil pengukuran terbaru, rencana normalisasi juga masih menantikan kepastian dukungan pendanaan dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) sebagai penyedia utama layanan air bersih Kota Balikpapan. (bro2)

Hasil Demo Aliansi Barak di DPRD Balikpapan, Polisi Ambil Ban