BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Oddang: Ada RT di Balikpapan Belum Kebagian Lampu Jalan

Oddang: Ada RT di Balikpapan Belum Kebagian Lampu Jalan

Salah satu kawasan permukiman mengandalkan lampu dari teras rumah warga untuk menerangi jalan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Program Balikpapan Terang yang bertujuan menciptakan lingkungan lebih aman dan nyaman ternyata belum merata. Pada sejumlah kawasan, lampu penerangan jalan masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi. Namun wilayah lain, jumlah lampu justru melebihi kebutuhan hingga menimbulkan kebingungan dalam pemasangannya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang yang menerima laporan mengenai ketimpangan distribusi lampu penerangan jalan.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan untuk membahas persoalan ini,” kata Oddang, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, persoalan tersebut banyak muncul saat reses. Warga menyampaikan bahwa masih ada lingkungan yang belum pernah menerima bantuan lampu penerangan jalan. Padahal fasilitas tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas dan keamanan masyarakat pada malam hari.

“Distribusi lampu penerangan jalan harus mengacu pada kebutuhan nyata dan menjangkau seluruh kelurahan secara proporsional,” ujarnya.

Bendali Ampal Hulu Prioritas, Pengendalian Banjir Balikpapan Rp50 Miliar

Menurutnya, program Balikpapan Terang harus benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh warga tanpa membedakan wilayah tertentu. “Jangan sampai ada pengelompokan,” tegasnya.

Salah satu contoh ketimpangan itu Oddang temukan saat reses di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga mengaku lingkungan mereka belum pernah menerima bantuan lampu penerangan jalan sejak program berjalan.

 

Sebaliknya, informasi berbeda justru datang dari wilayah Balikpapan Timur. Beberapa ketua RT melaporkan jumlah lampu yang mereka terima telah melampaui kebutuhan lingkungan.

“Ada RT yang bahkan menawarkan agar memindahkan lampu ke wilayah lain karena jumlahnya sudah lebih. Bahkan mereka tidak tahu ke mana harus memasangnya,” ungkap Oddang.

KPB Investigasi Hujan Debu di Balikpapan, Kategorinya Aman

Temuan tersebut menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi lampu penerangan jalan Kota Balikpapan. Selain memastikan pemerataan, evaluasi juga penting agar anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Terutama bagi yang masih membutuhkan fasilitas penerangan lingkungan,” tandasnya. (bro2)