BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp479,275 miliar menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan.
Untuk meningkatkan efektivitas penyerapan anggaran, Pemkot Balikpapan kini mendorong percepatan pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun. Tujuannya agar berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyampaikan besarnya SILPA tidak mencerminkan keterlambatan penggunaan anggaran.
“Ada beberapa faktor seperti sisa hasil tender dan adanya kegiatan pada akhir periode, sehingga tidak bisa maksimal. Terutama kegiatan fisik menjelang penutupan tahun anggaran. Tetapi anggaran itu langsung kita gunakan kembali untuk APBD 2026,” kata Bagus, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, anggaran yang belum terserap pada tahun berjalan akan menjadi luncuran pada tahun berikutnya sesuai mekanisme pengelolaan keuangan daerah. “Mekanismenya memang seperti itu,” ucapnya.
Untuk mengurangi besaran SILPA pada tahun-tahun mendatang, Pemkot Balikpapan berupaya mempercepat pelaksanaan pekerjaan sejak awal tahun anggaran. Strategi tersebut agar mampu mempercepat penyelesaian proyek fisik maupun pengadaan barang dan jasa sebelum tahun anggaran berakhir.
“Mudah-mudahan Juli seluruh proses sudah selesai sehingga pekerjaan tuntas sampai akhir tahun anggaran,” harap Bagus.
Bagus juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan APBD agar penggunaan anggaran semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan daerah secara nyata. (bro2)

