KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Pemprov Kaltim – PSSI Beda Hasil Simulasi Penerangan Stadion Segiri

Pemprov Kaltim – PSSI Beda Hasil Simulasi Penerangan Stadion Segiri

Pemprov Kaltim menjelaskan alasan teknis pemindahan lampu Stadion Palaran ke Stadion Segiri untuk memenuhi standar pencahayaan Super League dan AFC 2026. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meningkatkan kualitas Stadion Segiri memasuki tahap penting. Pemindahan lampu dari Stadion Utama Palaran untuk memenuhi standar pencahayaan kompetisi Super League. Termasuk persyaratan Asian Football Confederation (AFC) 2026.

Rencana tersebut sekaligus menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai kecukupan pencahayaan Stadion Segiri yang akan menjadi markas Borneo FC. Bahkan salah satu stadion yang dipersiapkan untuk agenda sepak bola nasional.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Rasman Rading, mengatakan proses migrasi teknologi pencahayaan harus secara cermat.

“Harus memperhatikan desain pencahayaan, sistem instalasi, konstruksi dudukan, kebutuhan lensa, hingga jaringan kabel,” kata Rasman Rading, Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan hasil verifikasi dan kajian teknis, tingkat pencahayaan Stadion Segiri saat ini baru mencapai 935 lux. Angka tersebut masih kurang dari standar minimum Super League dan AFC yang menetapkan kebutuhan pencahayaan sebesar 1.800 lux.

B50 Dorong Serapan Sawit Kaltim, Harga TBS Potensi Naik

Penerangan Stadion Segiri Kurang 133 Lux

Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Kaltim mengkaji pemanfaatan lampu Philips yang saat ini terpasang pada Stadion Utama Palaran.

Hasil simulasi bersama Philips menunjukkan pemindahan lampu dari Stadion Palaran dapat meningkatkan pencahayaan Stadion Segiri hingga mencapai 1.667 lux. Dengan capaian itu, stadion hanya memerlukan tambahan sekitar 133 lux atau setara delapan unit lampu untuk memenuhi standar 1.800 lux.

Sementara itu, simulasi oleh PSSI menghasilkan perhitungan berbeda. Dalam kajian tersebut, Stadion Segiri masih membutuhkan tambahan sekitar 300 lux atau setara 10 unit lampu agar memenuhi standar internasional.

Pemprov Kaltim juga memastikan proses pemindahan tidak menimbulkan persoalan pada konstruksi stadion. Berdasarkan hasil pemeriksaan, struktur tiang lampu Stadion Segiri mampu menopang lampu Philips dari Stadion Palaran karena bobotnya lebih ringan daripada lampu yang saat ini terpasang.

Meski demikian, pekerjaan tetap memerlukan penyesuaian pada komponen pendukung, seperti sistem catu daya (power supply), driver, dan dudukan lampu agar seluruh instalasi dapat berfungsi optimal.

966 Personel Polda Kaltim Naik Pangkat saat Hari Bhayangkara

Seluruh tahapan pekerjaan tersebut akan mendapat pengawasan dari tim teknis PSSI guna memastikan hasil akhir memenuhi standar kompetisi nasional maupun internasional.

Rasman menjelaskan, waktu pelaksanaan proyek cukup terbatas. Super League akan bergulir pada awal September 2026, sedangkan kompetisi AFC berlangsung pada awal Oktober 2026. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan skema pembiayaan alternatif agar pekerjaan tidak tertunda.

“Opsi CSR dari perusahaan pertambangan, perkebunan, BUMD Kaltim, maupun partisipasi pihak ketiga saat ini menjadi jalur yang paling tepat dan cepat agar realisasinya tidak terhambat,” pungkasnya. (bro2)