KUTIM
Beranda / DAERAH / KUTIM / Festival Sekerat Nusantara 2026 Angkat Budaya Lokal Kutai Timur

Festival Sekerat Nusantara 2026 Angkat Budaya Lokal Kutai Timur

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Sekerat Nusantara 2026. Festival menjadi ajang pelestarian budaya, promosi pariwisata, dan penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SANGATTA – Deru ombak pesisir Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, kembali berpadu dengan semarak seni dan budaya. Festival Sekerat Nusantara 2026 sebagai agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).

Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival mengusung tema “Sekerat Bersatu, Nusantara Bergema”. Bertujuan melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkenalkan potensi wisata budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal secara turun temurun sebagai identitas daerah.

“Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal adalah fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat,” kata Mahyunadi, Jumat (10/7/2026) malam.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Desa Sekerat yang tetap menjaga warisan budaya leluhur sehingga identitas daerah tetap terpelihara.

Air Terjun Tangga Bidadari Warisan Geologi di Kutai Timur

“Ini juga menjadi salah satu upaya kita untuk mempromosikan berbagai potensi keunggulan daerah. Terutama pariwisata budaya dan seni yang cukup beragam,” ujarnya.

Mahyunadi berharap semangat pelestarian budaya terus tumbuh pada kalangan generasi muda agar tradisi lokal tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Tak Sekadar Hiburan Tahunan

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Ilham, mengatakan Festival Sekerat Nusantara bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain memperkuat pelestarian budaya, festival tersebut juga membuka peluang peningkatan ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Festival Sekerat Nusantara ini membuka ruang kolaborasi yang semakin besar melalui pelestarian nilai tradisi dan sektor pariwisata,” katanya.

Tim Verifikasi Telusuri Geopark Sangkulirang Mangkalihat di Kutai Timur

Sedangkan Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, menjelaskan festival berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa mengoptimalkan potensi lokal, baik pada sektor seni budaya maupun pariwisata yang memiliki daya tarik.

“Melalui kegiatan ini kita harapkan masyarakat juga bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya,” ucap Sunan Dhika.

Melalui Festival Sekerat Nusantara, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap kekayaan budaya lokal tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan. (bro2)