HUKUM
Beranda / HUKUM / Cyber Resilient Community Upaya Mencegah Kejahatan Finansial Siber

Cyber Resilient Community Upaya Mencegah Kejahatan Finansial Siber

SPN Polda Kaltim menggelar FGD Cyber Resilient Community bersama OJK dan Diskominfo Kaltim guna memperkuat literasi digital dan mencegah kejahatan siber. (HO - Polda Kaltim)

BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Ancaman kejahatan siber terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital. Menyadari kondisi tersebut, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim menggagas pendekatan baru melalui Focus Group Discussion (FGD) Cyber Resilient Community (CRC).

Forum ini juga menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan finansial berbasis digital.

Kapolda Kaltim Pol. Endar Priantoro melalui Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol. Tedy Sopandi, menegaskan bahwa penguatan literasi digital merupakan langkah strategis untuk menghadapi dinamika kejahatan siber.

“Pencegahan menjadi kunci utama dalam membangun masyarakat yang tangguh dalam ruang digital,” ujar Kombes Pol. Tedy Sopandi, Senin (13/7/2026).

FGD tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Cyber Resilient Community (CRC), sebuah change project gagasan Kepala SPN Polda Kaltim, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Polri. Sekaligus juga membangun sinergi lintas sektor demi menciptakan ekosistem digital yang aman, adaptif, dan tangguh.

Operasi Antik Mahakam 2026 Fokus Berantas Narkoba

Berbagai pemangku kepentingan turut ambil bagian dalam forum tersebut, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim. Para narasumber memaparkan perkembangan kejahatan finansial berbasis digital dan strategi mitigasi. Termasuk juga pentingnya meningkatkan literasi digital masyarakat sebagai benteng utama menghadapi ancaman siber.

Selama diskusi berlangsung, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan siber yang kerap menyasar masyaraka. Mulai dari phishing, social engineering, investasi ilegal, hingga penyalahgunaan identitas digital.

Forum tersebut juga menekankan pentingnya membangun budaya keamanan siber melalui edukasi yang berkelanjutan serta kolaborasi antarlembaga. (bro2)