KUTIM
Beranda / DAERAH / KUTIM / DPPKB Kutai Timur Jemput Bola Penanganan Stunting di Rantau Pulung

DPPKB Kutai Timur Jemput Bola Penanganan Stunting di Rantau Pulung

DPPKB Kutai Timur menggelar layanan jemput bola penanganan stunting di Rantau Pulung dengan edukasi, pendampingan, dan bantuan gizi bagi keluarga berisiko. (HO - Humas Pemkab Kutim)

BERANDAPOST.COM, SANGATTA – Upaya menekan angka stunting terus bergerak hingga tingkat desa. Melalui program Layanan Jemput Bola Stop Stunting, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menghadirkan pelayanan secara langsung kepada masyarakat Kecamatan Rantau Pulung.

Pendekatan itu menjadi langkah nyata agar keluarga yang membutuhkan memperoleh pendampingan dan intervensi tanpa harus datang ke kantor pelayanan. Kegiatan tersebut berlangsung dalam Balai Pertemuan Umum Desa Kebon Agung, Selasa (14/7/2026).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Yuriansyah, mengatakan layanan jemput bola agar pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan efektif.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan kebijakan yang relevan dan inovatif agar pelayanan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yuriansyah, pendekatan tersebut memastikan setiap keluarga yang masuk kategori berisiko stunting memperoleh pendampingan. Sekaligus juga edukasi, serta intervensi secara tepat waktu sehingga dapat mencegah potensi stunting.

Kutai Timur Terancam El Nino, Siaga Kekeringan dan Karhutla

Ratusan Keluarga Risiko Stunting

Data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) menunjukkan terdapat 290 Kepala Keluarga Risiko Stunting (KRS) Kecamatan Rantau Pulung yang tersebar pada sembilan desa. Desa Tepian Makmur menjadi wilayah dengan jumlah KRS tertinggi, yakni 62 kepala keluarga.

Selanjutnta Desa Mukti Jaya sebanyak 44 kepala keluarga, Tanjung Labu 40 kepala keluarga, dan Kebon Agung 29 kepala keluarga.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penanganannya harus secara bersama-sama,” tegasnya.

Sebagai bagian dari intervensi, DPPKB Kutai Timur bekerja sama dengan Baznas Kutai Timur menyalurkan 20 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada keluarga risiko stunting yang telah terverifikasi. Bantuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting.

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia mengajak pemerintah desa, TP PKK, kader kesehatan, hingga perusahaan yang beroperasi dalam wilayah Rantau Pulung untuk memperkuat kolaborasi dalam mendeteksi dan menangani anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

PLN Serahkan Alsintan Berbasis Listrik untuk Petani Kutai Timur

“Tolong terus pantau kesehatan dan perkembangan anak-anak. Jika ada yang terindikasi kurang gizi atau pertumbuhannya tidak sesuai, segera laporkan agar dapat tertangani lebih cepat. Jangan menunggu hingga kondisinya semakin berat,” pesannya. (bro2)