HUKUM
Beranda / HUKUM / Operasi Antik Mahakam 2026 Ubah Strategi, Polda Kaltim Ungkap 300 Perkara

Operasi Antik Mahakam 2026 Ubah Strategi, Polda Kaltim Ungkap 300 Perkara

Direktorat Resnarkoba Polda Kaltim berhasil mengungkap ratusan perkara narkoba sepanjang Operasi Antik Mahakam 2026. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim menerapkan strategi baru dalam pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada penindakan, operasi kali ini menggabungkan pendekatan penegakan hukum, pencegahan terintegrasi, dan penguatan rehabilitasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, memaparkan hasil Operasi Antik Mahakam 2026 dalam rilis yang dipimpin Wakapolda Kaltim. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), jajaran Polda Kaltim, serta seluruh satuan tugas operasi.

“Operasi Antik Mahakam tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena menggunakan pendekatan yang jauh lebih komprehensif,” kata Romylus, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, selama ini Operasi Antik identik dengan kegiatan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Namun pada 2026, Polda Kaltim menambahkan dua pendekatan lain.

“Kalau biasanya operasi antik hanya melakukan penindakan, tahun ini kami juga melaksanakan pendekatan pencegahan terintegrasi dan penguatan rehabilitasi,” ujarnya.

Miskinkan Bandar Besar Sabu, Ditresnarkoba Polda Kaltim Sita Kebun Sawit

Melalui pendekatan penindakan terpola, pihaknya berhasil mengungkap lebih dari 300 perkara narkotika dengan 351 tersangka.

Selain menangkap pelaku, penyidik juga berhasil memetakan berbagai modus operandi jaringan peredaran narkotika. Termasuk mengungkap aktivitas bandar besar, hingga kampung narkoba.

“Kami memetakan modus operandi para bandar, pengedar besar, kampung narkoba, hingga lokasi yang selama ini terindikasi menjadi tempat peredaran narkotika,” jelasnya.

Romylus menegaskan, keberhasilan mengidentifikasi pola peredaran narkotika menjadi dasar penting dalam menyusun langkah pencegahan yang lebih efektif.

“Yang paling penting adalah kami berhasil menemukan pola-pola peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Data ini akan menjadi dasar untuk kegiatan pencegahan berikutnya,” katanya.

Tersangka Minta Maaf, Istri Penjaga Pasar Sepinggan Balikpapan Emosi

Menurut Romylus, penanganan narkotika tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku. Pemerintah juga harus memahami faktor-faktor yang mendorong penyalahgunaan narkoba, termasuk kondisi lingkungan sosial pelaku.

“Penindakan bukan akhir dari proses. Kami harus mengetahui pola, faktor penyebab, dan lingkungan yang memengaruhi pelaku agar upaya pencegahan dapat secara terintegrasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. (bro2)