BERANDAPOST.COM, TEHERAN – Lebih dari enam minggu sejak diumumkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei belum juga muncul ke publik. Kondisi ini memicu banyak spekulasi saat situasi politik dan keamanan makin kompleks.
Melansir CNN, Kamis (23/4/2026), pernyataan yang terkait Mojtaba Khamenei hanya muncul lewat televisi dan media sosial. Bahkan beredar video berbasis AI yang menampilkan Mojtaba Khamenei, sehingga memunculkan dugaan ia tidak dalam kondisi normal atau berada luar negeri.
Situasi ini berbeda dengan kepemimpinan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang aktif tampil dan rutin memberi pernyataan. Minimnya kemunculan Mojtaba memunculkan pertanyaan soal pihak yang mengendalikan kebijakan Iran saat ini.
Sejumlah laporan menyebut ia mengalami cedera akibat serangan yang juga menewaskan tokoh militer penting Iran. Meski begitu, laporan itu menyebut ia masih terlibat dalam pengambilan keputusan lewat komunikasi tertutup dengan pejabat senior.
Analis menilai perannya lebih bersifat simbolis, yakni memberi legitimasi atas keputusan strategis oleh lingkaran elite. Kondisi ini membuat sistem politik Iran makin tertutup dan pihak luar juga semakin sulit memahami.
Pada sisi lain, negosiasi dengan Amerika Serikat juga tersendat. Pertemuan yang rencananya berlokasi Islamabad batal setelah delegasi Iran tidak hadir. Hal ini menambah ketidakpastian arah diplomasi Iran.
Tokoh seperti Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi kini tampil sebagai figur penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mewakili Iran.
Pengamat menilai kondisi ini menunjukkan dinamika internal yang makin rumit. Tanpa kehadiran langsung pemimpin tertinggi, pengambilan keputusan cenderung terdesentralisasi dan berpotensi memicu ketegangan internal.
Meski begitu, pemerintah Iran tetap menegaskan kondisi internal solid. Namun, semakin lama Mojtaba Khamenei tak muncul, semakin besar tekanan dan pertanyaan yang muncul dari publik dan komunitas global. (bro2)

