PPU
Beranda / DAERAH / PPU / Warga PPU Waspada, Normalisasi Sungai Picu Kemunculan Buaya

Warga PPU Waspada, Normalisasi Sungai Picu Kemunculan Buaya

Normalisasi sungai di PPU picu kemunculan buaya ke drainase. BPBD imbau warga waspada karena predator masuk area perkebunan. (Ilustrasi)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Aliran air berubah, habitat bergeser. Normalisasi sungai di Penajam Paser Utara (PPU) memicu pergerakan buaya hingga mendekati kawasan permukiman warga.

Fenomena ini terpantau dalam wilayah Tunan dan Waru. Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menyebut perubahan arus akibat pasang surut daerah aliran sungai (DAS) menjadi pemicu utama.

“Meski belum masuk sepenuhnya ke area pemukiman padat, keberadaan predator ini telah terdeteksi pada area perkebunan sawit milik warga,” katanya, Sabtu (25/4/2026).

Pergerakan satwa liar itu mengikuti jalur air yang kini terhubung langsung dengan drainase primer. Kondisi ini meningkatkan potensi interaksi antara manusia dan predator.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Sebelumnya, serangan buaya sempat terjadi dalam wilayah Sepaku. Insiden tersebut menambah kewaspadaan masyarakat sekitar.

Otonomi Daerah PPU Hadapi Tantangan Fiskal dan Inovasi

Nurlaila menjelaskan, penanganan tidak bisa secara sembarangan. Status buaya sebagai satwa dilindungi membuat langkah penertiban harus melalui mekanisme khusus.

Untuk itui, BPBD telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mencari solusi penanganan yang tepat.

“Kita tidak bisa sembarangan melakukan penanganan karena satwa ini mendapat perlindungan BKSDA,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, populasi buaya mulai berkembang pada sepanjang saluran air. Kondisi geografis PPU yang memiliki banyak sungai kecil memperluas habitat alami predator tersebut.

Wilayah seperti Sepaku, Babulu, Waru, Tunan hingga Sungai Sesumpu kini masuk dalam zona potensi kemunculan buaya.

PPU Siaga Hadapi El Nino, Simulasikan Pemadaman Karhutla

“Hampir seluruh wilayah sungai berpotensi menjadi habitat buaya,” tegasnya.

BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas sekitar sungai, danau, maupun drainase besar.

“Kami hanya mampu memberikan informasi agar warga berhati-hati. Kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan satwa liar dalam habitat alaminya, maka kewaspadaan masyarakat adalah kunci utama,” pungkasnya. (bro1)